RADARMAGELANG.ID, Magelang – Masyarakat Kota Magelang tidak lagi terkendala waktu berobat ke puskesmas, meski memiliki kesibukan di siang hari.
Kebutuhan itu terjawab dengan diberlakukannya jam operasional layanan puskesmas pagi dan sore.
Sekarang, puskesmas bisa melayani pasien sampai pukul 20.00 malam.
Rupanya, Program Puskesmas Pagi dan Sore tak berhenti pada kemudahan akses waktu berobat saja.
Program ini menyangkut kesejahteraan warga.
Seperti dirasakan Budiargo Setiyono, buruh pengangkut sampah ini memiliki riwayat penyakit darah rendah. Sudah beberapa kali ia tumbang di dekat gerobak sampahnya. Beruntung, ada yang melihat dan menolong.
Budiargo bercerita, ia lebih memilih menahan sakit di siang hari agar tetap bisa bekerja.
Bagi dirinya, upah Rp 600 ribu yang setiap bulan ia terima dari mengangkut sampah begitu berarti.
Ia tak mau kehilangan sehari saja dari pendapatannya itu karena harus pergi berobat.
“Kalau saya tidak bekerja, saya tidak dapat uang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, dijumpai di Puskesmas Kerkopan, Rabu (23/9/2026).
Ia tahu, itu pilihan sulit. Tapi ia tak punya cara lain.
“Saya cuma bisa bertahan,” tuturnya lirih dan terbata-bata.
Sorot mata Budiargo menunjukkan beratnya beban hidup yang harus ia pikul.
Beruntung, masih banyak warga yang memiliki welas asih.
Uluran tangan dari orang-orang baik membuatnya masih bisa makan.
Ia juga terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dan penerima bantuan iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bagi Budiargo, program Puskesmas Pagi dan Sore membuatnya memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
Selepas mengais rejeki, ia akan pergi ke Puskesmas Kerkopan untuk kontrol kesehatan.
Kini ia menjadi pasien rujuk balik (PRB).
Obat-obatan yang diberikan puskesmas bisa membantu kesehatannya membaik.
Ia pun jadi lebih nyaman bekerja.
Manfaat program juga terasa pada Dika Samudra, warga Magelang Tengah.
Bagi dia, program ini mencerminkan uang pajak rakyat yang dikembalikan untuk kepentingan semua umat.
Bagaimana tidak, pekerjaan menjadi sales rokok menuntut dirinya memiliki mobilitas tinggi di siang hari.
Ia harus keluar rumah pukul 07.00 dan pulang setelah matahari benar-benar terbenam.
Kendala waktu ini sering kali membuatnya lari ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.
Padahal berdasarkan indikasi medis, penyakitnya masih dalam kategori ringan.
Alhasil, ia harus merogoh kocek dalam-dalam karena terdaftar sebagai pasien umum.
“Biaya itu lumayan (mahal) bagi saya,” tuturnya.
Pengorbanan itu harus ia lakukan demi kesembuhan.
Namun, semenjak program Puskesmas Pagi dan Sore berlaku, Dika memilih layanan kesehatan berjenjang, yang di mulai dari pemeriksaan di fasilitas tingkat pertama (FKTP).
Jaminan BPJS Kesehatan miliknya pun terpakai 100 persen.
“Program ini bagus, karena bagi pekerja seperti saya, tidak perlu memburu waktu untuk periksa. Pikiran jadi tenang, di jalan lebih aman,” akunya.
Seperti malam itu, Dika tidak periksa seorang diri.
Ia mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kerkopan bersama istri dan kedua anaknya.
Sekeluarga sedang diserang flu dan batuk, serta demam.
“Coba kalau tidak ke puskesmas, periksa ramai-ramai begini, bisa habis banyak,” ucapnya.
Ia berharap, program Puskesmas Pagi dan Sore akan terus berlanjut. Juga ditingkatkan layanannya.
Dika ingin semua puskesmas buka 24 jam.
Tujuannya supaya bisa melayani gawat darurat seperti karena kecelakaan lalu lintas maupun ibu melahirkan.
“Biar lebih dekat periksanya dari rumah maupun tempat kejadian, juga tidak mengantre terlalu lama di IGD, karena saya lihat IGD sekarang sering penuh,” imbuhnya.
Bukan cuma Dika yang terbantu, warga lainnya, Istiningsih merasakan hal sama.
Namun sebagai pekerja kantoran, kendala Isti bukan pada uang, melainkan izin kerja.
Dengan adanya opsi pelayanan puskesmas sore, ia bisa mendatangi sepulang kerja tanpa harus mengajukan izin.
“Dulu, sakit baru terasa di malam hari. Tapi paginya mau izin kerja agak sungkan sehingga saya tahan lagi sakitnya,” tutur perempuan 48 tahun itu.
Kini, Isti tidak lagi menghadapi pilihan sulit. Ia bisa periksa kapan saja tanpa harus mengganggu produktivitasnya.
Sementara itu, perawat Puskesmas Kerkopan Septiana Kurniadewi menyebutkan, layanan pagi dan sore sudah berlaku sejak Januari 2026.
Jam operasional pagi dimulai pukul 07.00 sampai 11.00. Sementara layanan pendaftaran sore, pukul 13.00 sampai 19.30.
Meski begitu, pihaknya tetap melayani pasien dalam kondisi tertentu meskipun pendaftaran telah tutup.
“Kita tidak menolak pasien,” ucapnya.
Sejak jam operasional puskesmas menjadi lebih panjang, jumlah tenaga kesehatan juga turut ditambah.
Saat ini, pihaknya memiliki lima dokter umum dan tiga dokter gigi.
Begitu pula dengan jumlah perawatnya.
Semua sumber daya kesehatan ini berjaga bergantian demi menjaga performa pelayanan.
“Setiap hari, pagi dan sore, masyarakat bisa mengakses layanan poli umum dan poli gigi,” ujarnya.
Setelah hampir sembilan bulan program ini berjalan, jumlah pasien Puskesmas Kerkopan meningkat.
Mereka tidak hanya datang dari kota, tapi warga kabupaten banyak yang memilih Puskesmas Kerkopan sebagai FKTP pilihan.
“Ada juga warga Borobudur yang pindah ke sini agar bisa periksa di malam hari,” imbuhnya.
Banyak pula pasien umum dari luar daerah yang sengaja periksa di malam hari dengan alasan layanan kesehatan di puskesmas lebih terjangkau.
Fenomena ini pun sukses mendongkrak pendapatan puskesmas dan berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dokter Alfina Putri Assyifahani menambahkan program Puskesmas Pagi dan Sore terbukti memberikan manfaat karena memiliki dua pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Masyarakat bisa segera periksa ketika mulai merasakan gejala sakit, tanpa menunggu kondisinya menjadi parah.
“Ketika gejala sakit terasa saat sore hari, bisa langsung periksa ke puskesmas tanpa menunggu hari berikutnya, sehingga bisa langsung mendapatkan obat maupun terapi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara bagi puskesmas, program ini memecah antrean pasien di pagi hari.
Program ini pun memacu Pemkot Magelang meningkatkan fasilitas puskesmas secara keseluruhan.
Pantauan Koran ini, Puskesmas Kerkopan ramai dikunjungi pasien.
Mereka datang silih berganti meskipun langit Kota Magelang mulai gelap.
Dari pukul 19.00 sampai 20.00, setidaknya ada sekitar 25-30 orang yang mengakses layanan puskesmas ini. (put)
Editor : H. Arif Riyanto