Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral Palsy

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:36 WIB
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat  launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026). (Istimewa)
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat  launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Magelang- Event olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy.

Project Director Borobudur 100 Fajar Ali Setyo Tirtonagoro mengatakan, acara ini  akan dilaksanakan pada pada 19-20 Desember 2026 di daerah Borobudur Kabupaten Magelang.

Penyelenggara menargetkan 1.000 peserta. Event tersebut akan mempertandingkan kategori 100 kilometer, 50 kilometer, 25 kilometer, dan 5 kilometer pada 19-20 Desember 2026.

Peserta yang mengikuti perlombaan dipersyaratkan memberikan donasi paling lambat pada 10 Desember 2026. 

Baca Juga: 1.100 Pelari Ramaikan Bank Jateng Friendship Run, Pemanasan Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi penyelenggaraan Borobudur 100 yang tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga membawa misi sosial untuk membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.

“Kami terima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita yang kena cerebral palsy,” ujar Sumarno saat  launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026).

Ia mengatakan, anak-anak dengan cerebral palsy membutuhkan dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari perawatan hingga kebutuhan penunjang lainnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui kegiatan sosial seperti Borobudur 100 dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Untuk penanganan anak-anak kita ini  butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas,” jelasnya.

Sumarno menilai, dukungan terhadap penyandang cerebral palsy merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Pemerintah, kata dia, memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan karena tidak seluruh persoalan sosial dapat ditangani pemerintah sendiri.

Karena itu, Sumarno berharap Borobudur 100 tidak berhenti sebagai sebuah event olahraga.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama,” ujarnya.

Ia berharap, semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan serupa.

“Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung,” kata Sumarno. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
borobudur 100 celebral palsy berbagi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno