Jalur Sepeda di Kota Magelang Jadi Parkiran Motor

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:34 WIB
Jalur pesepeda dijadikan tempat parkir kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani Kebonpolo Kota Magelang. (SILFIA AMANDA PUTRI\JAWA POS RADAR MAGELANG)
Jalur pesepeda dijadikan tempat parkir kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani Kebonpolo Kota Magelang. (SILFIA AMANDA PUTRI\JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Jalur khusus pesepeda di sejumlah ruas jalan di Kota Magelang belum sepenuhnya berfungsi sebagaimana mestinya.

Pantauan di lapangan, jalur tersebut lebih sering dipakai untuk parkir dan dilintasi sepeda motor dari arah berlawanan. 

Di Jalan Ahmad Yani, Kebonpolo, jalur bercat hijau bergambar sepeda dipenuhi sepeda motor terparkir.

Deretan ruko di pinggir jalan tampaknya belum punya lahan parkir yang memadai, sehingga pengunjung memakai jalur pesepeda sebagai tempat parkir.

Badan jalan di kawasan tersebut memang cukup luas, sehingga pesepeda masih bisa melintas. 

Namun mereka terpaksa keluar jalur khusus pesepeda dan berbagi jalur dengan pengendara lain, kondisi ini dapat membahayakan keselamatan. 

Wahyu, 31, salah satu pesepeda mengeluhkan jalur sepeda dipakai lahan parkir.

“Sebenarnya masih bisa melintas, tapi agak takut, karena lewat agak ke tengah, pengendara pada kencang-kencang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Kondisi berbeda terlihat di Jalan Pahlawan.

Lebar jalur sebenarnya cukup untuk pesepeda, namun banyak pengendara motor yang menyalahgunakannya untuk melawan arus, mengakibatkan ruang gerak pesepeda menjadi sempit dan berisiko terdesak saat berpapasan.

Kondisi tersebut dikeluhkan Ria, salah satu warga yang ditemui di Lokasi.

“Motor lawan arus banyak banget, terus sering dipakai parkir sembarangan , jalurnya jadi sempit, apalagi kalau papasan sama motor, jadi susah lewat,” keluhnya.

Dari sisi fisik, kerusakan jalur pesepeda relatif minim. Hanya beberapa lubang kecil yang masih tergolong aman untuk dilalui, sementara cat hijau di beberapa ruas jalan sudah mulai memudar, namun masih dapat terlihat oleh pengendara.

Beragam persoalan tersebut menunjukkan jalur pesepeda di Kota Magelang masih membutuhkan perhatian serius.

Khususnya untuk Kawasan Kebonpolo, pemerintah diharapkan dapat menyediakan tempat parkir yang memadai bagi ruko-ruko, agar jalur pesepeda tidak lagi dipakai sebagai lahan parkir.

Penyediaan lahan sebaiknya diikuti dengan rambu larangan parkir, pengawasan rutin,  dan penindakan pengendara motor melawan arus.

Tanpa itu, jalur pesepeda dikhawatirkan hanya akan menjadi cat di permukaan jalan. (mg6/mg2/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
kebonpolo pesepeda jalur sepeda parkir Kota Magelang