Enam BUMD Kota Magelang Hasilkan Laba Bersih Rp2,35 Miliar

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 21:25 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan arahan kepada BUMD di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan arahan kepada BUMD di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG) 

RADARMAGELANG.ID, Magelang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemkot Magelang menghadapi tantangan yang dinamis.

Di satu sisi, BUMD memikul tanggung jawab besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga harus untung, di lain sisi harus memberikan prioritas pelayanan publik yang berkualitas.  

“BUMD kita tidak boleh sekadar menjadi penyedia layanan publik, tapi harus agresif juga dalam mengembangkan usaha,” tandas Damar saat  Focus Group Discussion (FGD) BUMD, Pemda, dan HIPMI Untidar di Aula PDAM Kota Magelang.

BUMD harus mampu menyeimbangkan dua orientasi yang kerap berseberangan itu. Karena itu, BUMD harus membenahi tata kelola perusahaan agar tidak tekor dalam pengeluaran.

Damar menegaskan, efisiensi itu juga harus menyentuh sisi sumber daya manusia (SDM). “Jangan sampai kebanyakan karyawan,” terangnya.

Bagi Damar, efisiensi bukan berarti berhenti berinovasi.

Menurut Damar, BUMD harus meningkatkan kualitas agar masyarakat menaruh kepercayaan tinggi terhadap BUMD.  

“Kalau masyarakat percaya, mereka akan mengakses produk kita, dan pendapatan BUMD akan meningkat,” tambahnya. 

Langkah itu menegaskan BUMD sebagai instrumen pembangunan sekaligus entitas bisnis yang profesional.  

Kendati demikian, kinerja BUMD tetap disorot. 

Kata Damar, kinerja BUMD saat ini masih perlu diperkuat.

Ia merinci total aset yang dimiliki enam BUMD baru mencapai Rp375,64 miliar hingga Agustus 2026.

Sementara total laba bersih tercatat Rp2,35 miliar.

Rata-rata pertumbuhan aset berada di kisaran 5 persen.

Untuk meningkatkan kinerja, BUMD didorong mencari sumber pendapatan baru tanpa mengabaikan bisnis inti.

Langkah yang disiapkan antara lain digitalisasi layanan dan pemasaran, pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar, pemanfaatan aset secara produktif, serta diversifikasi usaha yang masih berkaitan dengan kompetensi utama BUMD.

BUMD juga diarahkan menjadi pengungkit bagi UMKM dan kewirausahaan anak muda.

Di sisi lain Pemkot Magelang juga akan memperkuat pengawasan sekaligus mendorong BUMD semakin mandiri dan tidak bergantung pada dukungan modal pemerintah.

Kolaborasi dengan HIPMI dan perguruan tinggi juga menjadi bagian dari strategi tersebut. 

“Sinergi bukan sekadar pertemuan, tetapi proses kerja bersama yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Magelang,” tegasnya.

Setiap inovasi usaha, kata dia, tetap harus dilakukan secara terukur melalui kajian kelayakan, analisis risiko dan proyeksi arus kas.

Tujuannya agar pengembangan usaha tetap memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
pad untidar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bumd hipmi