Wali Kota Magelang Kumpulkan Tokoh Masyarakat, Antar Kelurahan Tidak Geger-Gegeran Lagi  

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:16 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan sosialisasi kepada ketua RT dan RW se-Kecamatan Magelang Selatan, Senin (21/9/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan sosialisasi kepada ketua RT dan RW se-Kecamatan Magelang Selatan, Senin (21/9/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang –Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menempatkan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah. Mereka dinilai memiliki peran strategis menghubungkan program pemerintah dengan masyarakat karena paling memahami kondisi riil di tengah masyarakat.

Melihat beban kerja di tingkat akar rumput cukup tinggi, pihaknya memberikan honor ketua RT sebesar Rp350 ribu, ketua RW sebanyak Rp500 ribu. Menurutnya, honor tersebut bukan gaji, melainkan apresiasi.

“Pembangunan kita bisa berhasil berkat dukungan para RT dan RW, serta masyarakatnya,” terang Damar dalam acara rapat koordinasi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat se-Kecamatan Magelang Selatan, Selasa (21/9/2026).

Melalui sinergi ini, Damar optimistis program-program pengentasan kemiskinan, seperti bantuan sosial menjadi tepat sasaran. Pun  demikian dengan program unggulan lainnya.

Dalam acara ini, Damar juga berupaya mendobrak batas kewilayahan lingkungan. Ia mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat se-Kecamatan Magelang Selatan dalam satu ruangan agar semuanya hidup rukun.

“Momen ini cukup istimewa, mereka kita kumpulkan jadi satu, supaya antarkelurahan itu menjadi satu, nggak geger-gegeran lagi. Sehingga kalau nanti terjadi apa-apa dengan wilayahnya, mereka ini yang ikut bertanggung jawab,” terangnya.

Menurutnya, perselisihan antarkelompok yang sebelumnya pernah terjadi tidak boleh diperpanjang. Saat ini, semua masyarakat harus sepakat untuk menjaga kondusivitas kota. “Harus kompak, sepakat untuk hidup guyub, rukun,” tandasnya.

Selain itu, Damar menekankan agar para ketua RT dan RW peka melihat situasi. Sensitivitas dalam mengikuti perkembangan di luar sangat penting agar bisa bergerak cepat melakukan pencegahan gangguan kamtibmas. “Masalah apapun yang sedang berkembang di sekitar wilayah, harus segera dicegah agar tidak meluas,” terangnya.

Pencegahan itu bukan hanya dari gangguan kamtibmas, tapi juga dari risiko penularan penyakit, seperti TBC. Para ketua RT dan RW harus memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya guna memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
tokoh masyarakat ketua rw magelang selatan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono ketua rt