Pendapatan RSUD Tidar Kota Magelang Diproyeksikan Rp305 Miliar, Sumbang PAD Terbesar

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:24 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambut kedatangan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus di RSUD Tidar Kota Magelang, pekan lalu.
 Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambut kedatangan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus di RSUD Tidar Kota Magelang, pekan lalu.  

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Pemkot Magelang mengoptimalisasikan berbagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat ketahanan fiskal.

Salah satu tumpuan utama penerimaan daerah itu berasal dari sektor pelayanan kesehatan, yakni Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Tidar Kota Magelang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Nanang Kristiyono mengungkapkan, RSUD Tidar diproyeksikan berkontribusi terhadap penerimaan daerah di kisaran Rp305 miliar hingga akhir 2026. Pihaknya optimistis tercapai.

“Saat ini, sudah berada di angka Rp235 miliar dan akan sampai pada Rp305 miliar di akhir tahun nanti,” terang Nanang.

Nanang berujar, RSUD Tidar merupakan penyumbang PAD terbesar. Angka kontribusinya cenderung naik. “Setiap ada peningkatan pelayanan, kontribusi pada PAD juga mengikuti,” imbuhnya.

Ia contohkan, saat ini RSUD Tidar memiliki dua alat canggih, yakni CT Scan 64 Slice yang diperoleh melalui program SIHREN oleh Kemenkes RI serta  Digital Subtraction Angiography (DSA).  Saat ini, kedua alat medis tersebut masih dalam proses kredensialing dengan BPJS Kesehatan.

Ketika alat tersebut baru bisa difungsikan untuk melayani pasien umum, kata Nanang, pemanfaatannya tidak seoptimal jika digunakan untuk pelayanan pasien BPJS Kesehatan. “Kredensial itu akan berpengaruh terhadap pelayanan dan akan memengaruhi PAD,” ucapnya.

Selain itu, RSUD Tidar juga tengah membangun perluasan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurut Nanang, pemanfaatan IGD dan pengaktifan bangsal Edelweiss nanti turut menambah pendapatan rumah sakit. Tidak hanya itu, pendapatan juga akan bertambah dengan dilakukannya penataan area parkir. “Tetapi, lahan parkir itu sifatnya hanya fasilitas penunjang, tapi core business-nya tetap peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tandasnya.

Di sisi lain, Pemkot Magelang sedang melakukan kajian terhadap tata kelola RSUD Budi Rahayu. Langkah monitoring dan evaluasi diperlukan guna memastikan fasilitas kesehatan dapat beroperasi secara optimal, serta dapat memberikan kontribusi terhadap PAD. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
BPKAD Temanggung RSUD Tidar Kota Magelang pad Wali Kota Magelang Damar Prasetyono ct scan