RADARMAGELANG.ID, Magelang—Pemerintah mulai menyiapkan operasional ribuan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Total ada sekitar 23 ribu koperasi telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Para manajer pun telah memasuki tahap verifikasi dan validasi sebelum penempatan paling lambat akhir bulan ini.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam memasuki fase operasional KDMP. Manajer yang telah melalui proses rekrutmen dan pelatihan tidak langsung ditempatkan, tetapi terlebih dahulu diverifikasi dan divalidasi.
"Mereka (manajer KDMP) akan didistribusikan di tiap-tiap koperasi dan sekarang proses verifikasi, validasi, dan lainnya," kata Ferry saat membuka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang, pekan lalu.
Ferry menjelaskan, proses penempatan manajer dan operasional KDKMP dapat segera dijalankan usai Perpres tentang Tata Kelola dan Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terbit. Pembuatan SK disebut bisa dilaksanakan dan bakal terbit dalam waktu dekat.
Tahapan tersebut, lanjut dia, berjalan bersamaan dengan penyelesaian sarana fisik KDMP. Pemerintah telah menyelesaikan sekitar 23 ribu KDMP dan masih mengejar target pembangunan hingga mencapai 30 ribu gerai pada akhir tahun ini.
Bangunan yang disiapkan tidak hanya berupa gerai. Pemerintah juga membangun gudang dan menyediakan berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan koperasi ketika mulai beroperasi.
Ferry menyebut, fase KDMP kini mulai bergeser dari pembangunan fisik menuju persiapan operasional. Pergeseran itu menyusul terbitnya Peraturan Presiden mengenai tata kelola dan operasional KDMP yang telah ditandatangani beberapa hari sebelumnya.
Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, para manajer akan didistribusikan ke koperasi sesuai penempatan. "Akan ada serah terima bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya itu untuk dikembalikan menjadi aset miliknya desa," jelasnya. (jpg/aro)
Editor : H. Arif Riyanto