RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memandang bahwa media tak sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi memiliki peran sentral dalam meningkatkan literasi publik dan menggaungkan Kota Magelang ke kancah nasional hingga internasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan insan pers, Damar yakin bisa membawa kembali kejayaan peradaban tanah Jawa di Kota Magelang.
“Kami mempunyai tujuan, kami ingin mengembalikan kejayaan pakuning tanah Jawa (Kota Magelang, Red). (Konon) pusat peradaban tanah Jawa itu ada di Kota Magelang,” terangnya ketika menerima kunjungan dari Jawa Pos Radar Semarang, di rumah dinasnya, Kamis (17/9/2026).
Damar yakin hal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk diraih. Melalui pemberitaan media, potensi Kota Magelang akan semakin dikenal luas. Pada akhirnya akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelancong pun akan semakin banyak yang melirik, berkunjung, dan membelanjakan uang mereka di Kota Magelang.
“Media membantu Kota Magelang semakin bergaung. Dengan bergaung, maka kota kita akan didengar, akan dikenal oleh seluruh masyarakat bukan hanya lokal bahkan internasional,” imbuhnya.
Damar juga bilang, di era digitalisasi dan derasnya arus informasi seperti saat ini, media tetap diandalkan sebagai stabilisator agar diseminasi informasi tetap objektif tanpa menghilangkan sikap kritis masyarakat.
“Dalam setiap berita yang dimuat media selalu terkandung edukasi yang positif bagi masyarakat,” terangnya.
Media sebagai salah satu unsur hexahelix terbukti sukses menjadi penghubung pemerintah dengan masyarakat, pun sebaliknya.
Sejauh ini, Damar merasa bahwa program pemerintah telah selaras dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Kehadiran media membuat program-program pembangunan dapat terlaksana dengan lancar.
Begitu pula dengan masyarakat, rasa memiliki kotanya semakin menguat. Toleransi antarumat beragama dan bermasyarakatnya semakin rekat.
Kata Damar, pers membantu filtrasi informasi di tengah maraknya media yang hanya mengejar rating. (put)
Editor : H. Arif Riyanto