RADARMAGELANG.ID, Magelang—Kota Magelang punya tagline baru. The Real Tolerancy City atau kota toleransi yang nyata. Sebab, di kota ini semua agama bisa hidup berdampingan. Bahkan, tempat ibadah pun dibangun dalam satu kompleks.
“Sekarang di Kawasan Alun-alun Kota Magelang sudah lengkap tempat ibadahnya. Nanti tanggal 26 September akan kita resmikan tempat ibadah untuk saudara kita yang beragama Hindu, yakni Pura Jagat Natha. Tagline baru itu akan kita launching,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menerima Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi bersama jajaran di rumah dinas wali kota, Kamis (17/9/2026).
Menurut Damar, meski wilayah Kota Magelang hanya tiga kecamatan, namun ia menjamin warga akan merasa nyaman dan betah tinggal di kota ini. “Ke depan, kami akan banyak event. Nanti teman-teman Jawa Pos Radar Semarang bisa hadir menyaksikan,” ajaknya didampingi Pj Sekda Indah Dwi Antari dan Kepala Bapperida Handini Rahayu.
Dikatakan wali kota, peran media sangat penting. Terutama dalam menyukseskan visi, misi dan program kerjanya, yakni Magelang Bergaung. “Tanpa diberitakan media, apa yang kami lakukan tidak bisa tersampaikan ke masyarakat secara luas,” ucapnya.
Selain bersilaturahmi ke wali kota, Direktur Baehaqi dan jajaran juga bertemu Bupati Magelang Grengseng Pamuji di rumah dinas di Sawitan, Mungkid. “Terima kasih atas kunjungannya,” kata Grengseng.
Dalam kesempatan itu, Grengseng menjelaskan program unggulannya yang sedang berjalan, yakni Blonjo Warung Tonggo (BWT) yang diperuntukkan bagi para ASN. “Program ini tanpa APBD bisa jalan dengan baik. ASN menerima manfaat, warung sekitar menerima manfaat, Bank Bapas 69 sebagai penyedia QRIS juga mendapatkan berkah,” ujarnya.
Saat ini, ia mengaku masih menyempurnakan aplikasi dari program untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat ini. “Paling tidak dengan program ini ASN jadi bertemu dan bertegur sapa dengan tetangga yang punya warung,” katanya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto