RADARMAGELANG.ID, Magelang – Sederet acara hiburan siap mengguncang Kota Magelang.
Pemkot Magelang merilis setidaknya ada lima agenda besar yang digelar selama September-November mendatang.
Acara tersebut di antaranya Borobudur Indonesia Expo (17-20 September), Magelang Flower Festival (25 Oktober-1 November), Ethno Carnival (1 November), Merti Gunung Tidar (6-8 November), dan kejuaraan renang (13-15 November).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjelaskan, Borobudur Indonesia Expo merupakan hajatan milik Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Magelang.
Acara tersebut ditargetkan mampu menarik 40.000 pengunjung.
Damar menyebut, ada puluhan stand yang akan menawarkan banyak kebutuhan masyarakat.
Mulai dari produk UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, pariwisata, investasi, hingga stand pemerintahan dari Magelang, Kabupaten Sleman, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kulonprogo.
“Event adalah nafas, denyut nadi bagi pertumbuhan Kota Magelang. Kita berharap, acara tersebut bisa dihadiri pengunjung dari berbagai kota,” kata Damar, Rabu (16/9/2026).
Lain halnya dengan Magelang Flower Festival.
Acara ini akan mengangkat bunga dan flora sebagai kekuatan budaya, pariwisata, kreativitas, edukasi, dan ekonomi.
Acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni, karnaval, edukasi tentang flora.
Menariknya, titik tengah alun-alun akan dihias dengan berbagai jenis tanaman yang disuplai oleh para pengusaha tanaman hias Magelang.
Setelah dipajang hingga acara selesai, tanaman-tanaman itu akan disumbangkan ke kelurahan untuk mempercantik lingkungan sekitar.
“Pada acara ini akan ada senam ASRI dengan target 10.000 peserta,” imbuhnya.
Tidak kalah menarik adalah Merti Gunung Tidar. Kali ini, sebanyak 192 tumpeng akan diarak menuju puncak Gunung Tidar.
Ratusan tumpeng tersebut dipersembahkan oleh 192 RW se-Kota Magelang.
“Ini adalah simbol gotong royong dan kebersamaan yang dijaga oleh masyarakat kita,” terangnya.
Damar berujar, Merti Gunung Tidar ini sebagai upaya untuk merawat Gunung Tidar sebagai warisan sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis Kota Magelang.
“Acaranya nanti ada reresik, ritual dan doa, kirab budaya, pagelaran kesenian, dan tumpeng yang dibawa menuju puncak itu nantinya akan dibagikan dan dilaksanakan kembul bujana,” pungkasnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto