RADARMAGELANG.ID, Magelang—Warga Kota Magelang ternyata belum banyak yang mengenal IKM Center.
Terbukti, jumlah kunjungan warga Kota Gethuk ini ke pusat produk industri kecil dan menengah (IKM) tersebut masih relatif sedikit.
Hal ini diakui pengelola IKM Center Kota Magelang Yossie Yosephine.
“Ya, kendala kami masih banyak warga Kota Magelang yang belum mengetahui keberadaan IKM Center. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk membeli dan mendukung produk lokal juga masih perlu ditingkatkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan berbagai bentuk bantuan dan pendampingan kepada pelaku IKM. Namun semangat untuk mengembangkan usaha harus tetap datang dari pelaku usaha itu sendiri. “Harapannya, setiap orang memiliki kesadaran dan semangat untuk membeli produk teman sendiri atau produk lokal,” ujar Yossie.
Dikatakan, IKM Center tidak hanya menjadi tempat memamerkan dan memasarkan produk-produk IKM. Fasilitas di bawah naungan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUM) Kota Magelang ini juga menjadi ruang pendampingan bagi pelaku usaha hingga wadah kreativitas generasi muda.
“IKM Center bertujuan menjadi etalase bagi berbagai produk industri yang dihasilkan pelaku usaha di Kota Magelang. Saat ini, terdapat sekitar 270 pelaku IKM yang produknya tergabung di IKM Center. Sebagain besar berasal dari Kota Magelang, sementara produk dari luar daerah jumlahnya tidak sampai 10 persen,” bebernya.
Produk yang ditampilkan beragam, mulai makanan kering, batik, kerajian, hingga produk berbahan kayu. IKM Center juga menjadi salah satu galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang menampilkan berbagai produk kerajinan lokal.
Menurut Yossie, pelaku IKM merupakan bagian dari pelaku UMKM. Namun, tidak semua UMKM dapat dikategorikan sebagai IKM, karena IKM merupakan pelaku usaha yang menghasilkan produk tertentu. Untuk dapat masuk dan menampilkan produknya di IKM Center, pelaku usaha minimal harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun, bagi pelaku usaha yang belum memilikinya, pengelola siap melakukan pendampingan dalam proses pengurusannya.
“Selain itu, produk yang masuk juga melalui proses kurasi. Kualitas produk, kemasan, hingga masa kedaluwarsa menjadi perhatian sebelum produk dipajang di IKM Center,” jelasnya.
Ditambahkan, IKM Center juga memiliki aula dan klinik inkubasi di lantai dua yang digunakan untuk kegiatan pertemuan maupun pendampingan khusus bagi pelaku UMKM. Tidak hanya untuk pelaku usaha, tempat tersebut juga menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda. (mg9/mg3/mg10/aro)
Editor : H. Arif Riyanto