RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kondisi shelter kuliner Ngesengan yang kini semakin sepi mendapat perhatian dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang.
Sejumlah pedagang sebelumnya mengeluhkan minimnya pengunjung hingga membuat beberapa penyewa memilih untuk meninggalkan kios. Bahkan dari 22 kios, hanya empat yang beroperasi.
Kepala Bidang Perdagangan DPPKUM Kota Magelang Hendra Subiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah keluhan pedagang terkait kondisi shelter kuliner Ngesengan. Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan promosi, akses menuju lantai dua, hingga persoaan parkir. Persoalan promosi, akses menuju kios di lantai dua juga menjadi perhatian. Minimnya informasi mengenai keberadaan shelter dinilai turut memengaruhi jumlah pengunjung. Selain itu, sejumlah pedagang menilai keberadaan tanjakan tanpa anak tangga membuat sebagian pengunjung, khususnya orang tua, kurang nyaman untuk naik ke lantai atas.
“Sebenernya juga tergantung bagaimana metode pemasaran yang dilakukan shelter. Ketika kita pelajari ternyata ada metode yang tidak diterapkan oleh temen-temen yang jualannya sepi ini. Banyak dinamika problem di sana, tidak sekadar karena tertutup tembok, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Terkait tanjakan tanpa anak tangga memang kendala bagi kami, dan kami saat ini sedang berupaya untuk memperbaiki,” ujar Hendra.
Persoalan lain yang dikeluhkan pedagang yakni area parkir. Lokasi parkir di sekitar shelter disebut kerap digunakan pengunjung toko di kawasan seberang ketika ramai, sehingga menyulitkan pengunjung shelter kuliner Ngesengan. “Untuk parkir kita tidak bisa membatasi. Karena lahan parkir kan itu lahan sewa. Lahan parkir tidak hanya untuk kawasan Ngesengan saja, tapi kawasan sekitarnya juga, jadi kalau parkir di kawasan Ngesengan kosong bisa saja dipakai dari kawasan sekitarnya,” jelas Hendra.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka kemungkinan menghadirkan kegiatan atau event untuk kembali menarik masyarakat berkunjung ke kawasan tersebut. “Di atas ada space kosong nanti bisa digunakan untuk live music agar para pelanggan lebih betah di sana. Ada wacana di parkiran bawah kita sediakan meja kursi buat para orang tua kalau tidak mau naik ke atas. Jadi, pesanan makanan bisa diantar ke bawah. Ini bisa jadi salah satu solusi,” jelasnya.
DPPKUM berharap berbagai langkah tersebut dapat meningkatkan kembali aktivitas perdagangan di shelter kuliner Ngesengan sekaligus membantu pedagang yang masih bertahan. “Rencana proyek ini akan dijalankan ketika semua sudah mulai terisi. Karena sebenarnya kios di sana sudah full disewa, tinggal menempati saja. Kami punya target di bulan September ini proyek akan berjalan, kami kerja sama dengan BPKAD. Hari ini sudah ada laporan, kalau sudah ditindaklanjuti dan diproses,” katanya.(mg10/mg3/aro)
Editor : H. Arif Riyanto