RADARMAGELANG.ID, Magelang—Komisi B DPRD Kota Magelang meninjau sejumlah proyek pembangunan fasilitas di Taman Kyai Langgeng (TKL) yang didanai dari penyertaan modal Rp 2,5 miliar. Mereka turut menyoroti progres dan efektivitas anggaran.
Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran itu benar-benar terealisasi secara transparan dan tepat guna. “Dalam pelaksanaan jangan sampai kualitasnya tidak baik,” tegasnya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Waluyo, penambahan fasilitas ini dilakukan demi menggaet pengunjung yang lebih banyak. Jika cara ini sukses, bukan tidak mungkin pendapatan asli daerah (PAD) ikut meroket. Sebab, jika dilihat dari kondisi saat ini, kata Waluyo, persaingan pariwisata makin kompetitif. Jika tak mau berbenah dan memperbaharui fasilitas maupun wahana yang ditawarkan, maka lambat laun akan ditinggalkan wisatawan. “Kalau kita sebagai kota jasa perdagangan tidak mau berbenah, kotanya akan sepi, tidak akan dikunjungi. Apalagi akan ada exit tol, jangan sampai kita hanya jadi penonton,” katanya.
Selain itu, Waluyo juga mengingatkan kepada Pemkot Magelang agar tidak tanggung-tanggung memberikan penyertaan modal. "Apapun alasannya. Entah karena faktor keterbatasan fiskal atau apa, jangan memberikan penyertaan modal hanya secukupnya, setengah-setengah, karena akhirnya tidak berjalan dengan maksimal, karena persaingan wisata sekarang ketat," sentilnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, selama meninjau pelaksanaan pembangunan, rombongan Komisi B DPRD Kota Magelang memberikan sejumlah masukan. Terutama saat meninjau proyek pembangunan panggung budaya senilai Rp352,5 juta dirasa kurang lebar untuk mementaskan pergelaran wayang kulit, lengkap dengan gamelan. Koreksi juga diberikan pada pembangunan Taman Kincir Belanda. Proyek senilai Rp132 juta tersebut diharapkan memiliki daya tarik pada replika kincir angin yang bisa berputar. Namun Komisi B mendapati bahwa kincir angin tersebut hanya berfungsi sebagai hiasan dan menjadi spot foto. Manajemen TKL memberikan penjelasan bahwa kincir angin dibuat tidak berputar demi keamanan pengunjung.
Direktur Taman Kyai Langgeng Sri Widodo menyebutkan, penyertaan modal dari Pemkot Magelang digunakan untuk mendanai lima kegiatan pembangunan. Meliputi pembangunan satu paket pintu masuk wisata, loket tiket, Aero Cafe, Taman Kincir Angin Belanda, amphitheater, Taman Tulip, dan Panggung Budaya. Pada bangunan loket tiket dirancang dengan konsep yang lebih modern. Pihaknya akan menyediakan setidaknya lima loket ala lobi hotel. "Konsep loket ini kita ubah. Kalau biasanya loket itu kesannya berdesakan, antrean panjang, sekarang kita buat ada meja, seperti resepsionis hotel," imbuhnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto