RADARMAGELANG.ID, Magelang--Proyek renovasi kompleks Makam Kyai Langgeng di kawasan Taman Kyai Langgeng, Kota Magelang, telah mencapai progres lebih dari 50 persen, Selasa (1/9/2026).
Direktur Utama Perumda Taman Kyai Langgeng Dr. Sriwidodo, Sp.PD, M.Kes, FINASIM mengungkapkan, pengerjaan saat ini memasuki tahap finishing.
"Saat ini, mungkin kalau udah di atas 50 persen ya. Tinggal finishing lagi, pemasangan batu granit, marmer granit, kijing marmernya juga sudah ada, tinggal pemasangan-pemasangan lagi," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Renovasi dimulai sejak peletakan batu pertama pada 29 Juni 2026 dan ditargetkan selesai antara September hingga November 2026.
Area yang direnovasi mencakup makam utama yang diperluas serta kawasan sekitarnya yang ditata dengan paving dan taman.
Juru Kunci Makam Kyai Langgeng Muzakir menyebutkan, total lahan yang ditata mencapai sekitar 2.000 meter persegi, membentang dari belakang musala hingga mengelilingi area makam.
Fasilitas yang dibangun difokuskan pada area ziarah dan ruang berdoa berlantai marmer.
Sementara fasilitas umum, seperti MCK memanfaatkan musala yang sudah ada di lokasi.
"Konsep bangunan mengusung gaya arsitektur Jawa, sebagai penghormatan terhadap sosok Kyai Langgeng yang merupakan keturunan Keraton Yogyakarta serta penasihat spiritual Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa 1825–1830," bebernya.
Dikatakan, seluruh pembiayaan renovasi berasal dari hibah pribadi seorang pengusaha asal Klaten, Raden Bambang Sridaya, tanpa melibatkan dana dari pihak lain.
"Dengan biaya sendiri, tanpa ada bantuan dari mana-mana, melakukan renovasi," kata Sriwidodo.
Bambang disebut menyumbang material seperti granit, nisan, pasir, paving, batako, dan semen, sekaligus tenaga kerja.
Muzakir menambahkan, tujuh dari delapan pekerja proyek berasal dari Klaten. Meski demikian, Pemerintah Kota Magelang melalui Wali Kota Damar Prasetyono turut memberikan persetujuan atas pelaksanaan renovasi ini.
Ke depan, kompleks makam ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi, bahkan berpotensi terintegrasi dengan kawasan Hutan Wisata Gunung Tidar.
Pengelolaannya tetap berada di bawah manajemen Perumda Taman Kyai Langgeng secara terpadu, mencakup manajer operasional, marketing, dan pemasaran.
Pengunjung akan dikenakan tiket masuk khusus sebesar Rp5.000 per orang, dengan jalur akses tersendiri dari pintu utara.
"Dana tersebut digunakan juga nanti untuk pemeliharaan makam," jelas Sriwidodo sambil menambahkan pihaknya membuka pintu bagi donatur lain yang ingin berkontribusi tanpa perjanjian mengikat. (mg2/mg1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto