RADARMAGELANG.ID, Magelang—Di musim kemarau yang panas ini, pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) melonjak tajam. Lonjakan ini menjadi perhatian serius, mengingat penularannya yang cepat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus), pada Juli, jumlah penderita ISPA berada di posisi kedua setelah hipertensi, dengan 843 kasus, disusul infeksi saluran pernafasan bawah dengan 478 kasus.
Pada Agustus, kasus ISPA meningkat drastis hingga 967 kasus, sementara infeksi saluran pernafasan bawah naik menjadi 713 kasus.
Tim medis Puskesmas Magelang Selatan dr Noviyanti Setyaningrum menjelaskan, penyakit ISPA sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan lingkungan, khususnya faktor kelembaban udara yang berbeda.
“Musim kemarau otomatis debunya lebih banyak, sehingga orang kalau beraktivitas di luar tanpa masker itu debu dan kuman bisa masuk ke saluran pernafasan dan menyebabkan infeksi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (1/9/2026).
Dikatakan, kelompok usia yang dinilai paling rentan terkena penyakit ISPA adalah balita, anak-anak, dan lansia di atas 60 tahun.
“Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan. Penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif, namun mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir tetap diutamakan,” katanya.
Saat ini, Puskesmas Magelang Selatan melayani 300-400 pasien setiap harinya, dengan lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada hari Senin. (mg6/mg8/aro)
Editor : H. Arif Riyanto