Harga Beras di Magelang Merangkak Naik

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:24 WIB
Penjualan beras di Toko Lumbung Beras Qita di Karet Selatan, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Kamis (27/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Penjualan beras di Toko Lumbung Beras Qita di Karet Selatan, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Kamis (27/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MagelangHarga beras merangkak naik di beberapa pasar tradisional dan kios beras dI Kota Magelang. Kenaikan harga terjadi pada beras medium maupun premium.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di Pasar Kebonpolo, harga beras naik rata-rata Rp500. Supiah, pemilik kios beras di Pasar Kebonpolo mengungkapkan, harga beras Bengawan yang semula Rp16.000 naik menjadi Rp16.500 per kilogram, IR 64 yang awalnya Rp15.000 menjadi Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras wangi di harga Rp17.500 yang tadinya Rp17.000 per kilogram.

Di Pasar Gotong Royong juga mengalami kejadian serupa. Beras medium merek Raja mengalami kenaikan harga beberapa kali dalam seminggu terakhir.  “Awalnya Rp13.800 naik jadi Rp14.200 per kilogram. Lalu, naik lagi menjadi Rp14.400. Itu di satu minggu loh (naiknya),” beber Siti, pemilik kios sembako di Pasar Gotong Royong, Kamis (27/8/2026).

Siti mengungkapkan, beras di tokonya dipasok dari Klaten, Pati, Purworejo, dan Kebumen.

Kenaikan serupa juga terjadi di toko beras Lumbung Beras Qita Jurangombo Selatan. Pinarjo, karyawan toko beras tersebut menuturkan, kenaikan harga beras berlangsung sejak awal Agustus lalu. Ia mengungkapkan harga per kilogram beras naik Rp100 hingga Rp200.

Harga beras medium merek Mustika, Rojolele, Lebah Madu, serta Lumbung rata-rata Rp14.000 per kilogram. “Sedangkan beras premium merek Jamur Enoki dijual mulai harga Rp15.000 per kilogram,” kata pria yang akrab disapa Ipin ini.

Para pedagang menyampaikan, kekeringan yang melanda sejumlah sentra beras menjadi penyebab naiknya harga beras akhir-akhir ini. Di musim kemarau ini, panen padinya agak kurang. Bahkan, banyak yang gagal panen, Mbak,” ungkap Supiah.

Meski begitu, pasokan beras hingga saat ini tetap stabil dan tidak mengalami pengurangan. “Kayak biasa aja, nggak terlalu memengaruhi,” kata Siti.

Praktis, kenaikan harga beras ini membuat daya beli masyarakat menurun. Hal tersebut mengakibatkan omzet penjualan juga ngedrop. Apalagi kalau barengan adanya bantuan beras dari pemerintah. Pasti omzetnya turun,” jelas Ipin. (mg10/mg3/aro)

 

Kenaikan Harga Beras di Magelang

Beras Bengawan                              Rp16.500

Beras IR 64                                          Rp15.500

Beras Wangi                                       Rp17.500

Beras Merek Raja                            Rp14.400

Beras Merek Mustika                     Rp14.000

Beras Merek Rojolele                    Rp14.000

Beras Merek Lebah Madu            Rp14.000

Beras Merek Lumbung                  Rp14.000

Beras Merek Jamur Enoki             Rp15.000

Sumber: Pasar Kebonpolo dan Gotong Royong

 

Editor : H. Arif Riyanto
kebonpolo musim kemarau harga beras gotong royong gagal panen