Warga Kedungsari Kota Magelang Rayakan Agustusan dengan Kesadaran Miliki Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:12 WIB

 

Segenap warga RT 05/RW 09, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara, berfoto bersama dengan pegawai BPJS Ketenagakerjaan. (Ist)
Segenap warga RT 05/RW 09, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara, berfoto bersama dengan pegawai BPJS Ketenagakerjaan. (Ist)

 

RADARMAGELANG. Magelang – Semarak kemerdekaan tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi juga semangat untuk saling melindungi.

Sikap itu ditunjukkan oleh warga RT 05/RW 09, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang.

Tepat 16 Agustus, warga setempat mengundang BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadi tamu istimewa di malam tirakatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Badan hukum yang bertugas menyelenggarakan perlindungan sosial ketenagakerjaan itu pun melebur dalam keceriaan pesta rakyat tujuhbelasan yang diselenggarakan warga.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang Verry K Boekan mengapresiasi kegiatan ini.

Dengan mengusung semangat GEBYAR (Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) dan tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan”, kegiatan ini diyakini menjadi momentum untuk mendekatkan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan bagi setiap pekerja.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Berwirausaha Melalui Program PEKA

“Kesadaran terhadap jaminan sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk bangkit, membangun kemandirian, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” kata Verry, Senin (17/8/2026).

Sinergi bersama Kelurahan Kedungsari menjadi langkah strategis dalam memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di tingkat desa.

Dengan semakin banyak masyarakat yang terlindungi, diharapkan risiko sosial ekonomi yang dapat timbul akibat kecelakaan kerja maupun kematian dapat diminimalkan.

Dialog berlangsung secara interaktif dan komunikatif dengan membahas berbagai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta kesadaran pentingnya jaminan sosial bagi pekerja informal, Bukan Penerima Upah (BPU), hingga pekerja rentan. Pendekatan dilakukan secara langsung melalui komunitas warga agar masyarakat tidak abai terhadap risiko kerja yang bisa terjadi kapan saja,” imbuh Verry.

Melalui dialog interaktif dan pelayanan jemput bola, warga diajak untuk segera mendaftarkan diri secara mandiri melalui kanal layanan resmi atau Agen Perisai terdekat.

Perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) demi menciptakan ketahanan ekonomi keluarga pekerja

Sementara itu, ketua RT, Hadi Sucipto mengungkapkan, kegiatan ini sangat bermanfaat.

Pasalnya, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya penting bagi pekerja formal, tetapi juga bagi pekerja di sektor informal dan masyarakat desa yang memiliki aktivitas pekerjaan dengan berbagai risiko.

Sikap antusiasme ditunjukkan oleh Suhuri, warga setempat. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kebersamaan saat perayaan, tetapi  juga bersama dalam pemahaman

“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kebersamaan dan perayaan, tetapi juga melalui upaya membangun masyarakat yang sadar, terlindungi, mandiri, dan sejahtera,” ujar Suhuri. (put/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
Verry K Boekan rayakan agustusan warga Kedungsari BPJS Ketenagakerjaan jaminan sosial