Digitalisasi Bermuara Pada Kemudahan Layanan

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Pelayanan di salah satu puskesmas Kota Magelang. 
Pelayanan di salah satu puskesmas Kota Magelang. 

 

RADARMAGELANG.ID, MagelangPemkot Magelang memperkuat sistem digitalisasi sebagai instrumen reformasi pelayanan publik.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso bahwa keberpihakan kepada masyarakat harus menjadi ruh dalam setiap transformasi pelayanan kesehatan. 

“Modernisasi pelayanan kesehatan harus tetap menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan,” tegas Sri Harso, kemarin.

Ia memandang, teknologi dan pengembangan fasilitas memang penting. Tapi tidak boleh ada yang luput, yakni memiliki tujuan jelas : bermuara pada kemudahan.

“Masyarakat harus memperoleh pelayanan yang dibutuhkan, termasuk bagi kelompok yang memiliki keterbatasan akses,” imbuhnya.

Salah satu instrumen yang dikembangkan untuk mendukung kemudahan tersebut adalah KEMURA (Kesehatan Memudahkan Rakyat). Portal pelayanan kesehatan terintegrasi ini menghubungkan berbagai layanan, mulai dari RSUD Tidar, puskesmas, PSC 119, laboratorium kesehatan, homecare, konsultasi apoteker, hingga pendaftaran daring.

“Digitalisasi ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi menjadi bagian dari reformasi pelayanan public,” ujarnya.

Dengan digitalisasi, diharapkan bahwa pelayanan lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat. teknologi menjadi alat untuk mempercepat akses, memperkuat integrasi, dan meningkatkan transparansi pelayanan, bukan menambah kerumitan.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menambahkan, digitalisasi tersebut menyempurnakan pelayanan kesehatan di Kota Magelang. Sebab, Pemkot Magelang menaruh perhatian tinggi terhadap aspek pemerataan dan perlindungan jaminan sosial.

Bukan sekadar omong kosong belaka, Damar menyebut bahwa Pemkot Magelang berkomitmen menjaga angka universal health coverage (UHC) sebesar 100 persen dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, juga terkait pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

“Jaminan tersebut menjadi fondasi agar seluruh masyarakat memperoleh hak atas pelayanan kesehatan dasar secara merata,” tandasnya.

Transformasi kesehatan juga diarahkan untuk memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Konsep Hospital Tourism menjadi salah satu pendekatan yang mengintegrasikan layanan kesehatan dengan sektor pariwisata, olahraga, dan ekonomi lokal. Pengembangan layanan unggulan RSUD Tidar, Wellness & Sport Center, Cathlab, serta kegiatan Tidar Magelang 10K menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang mampu meningkatkan daya tarik Kota Magelang.

Wali Kota Damar mengemukakan, peningkatan daya saing tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan keberpihakan kepada masyarakat Kota Magelang.

“Kita ingin pelayanan kesehatan yang semakin maju sekaligus tetap berkeadilan. Ketika kualitas layanan meningkat, masyarakat Kota Magelang harus menjadi pihak yang pertama merasakan manfaatnya. Pada saat yang sama, sektor kesehatan juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah dan memperkuat daya saing Kota Magelang,” pungkasnya. (put)

Editor : H. Arif Riyanto
kesehatan Dr Sri Harso RSUD Tidar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono