BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Berwirausaha Melalui Program PEKA

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan memberikan Program PEKA untuk memastikan manfaat jaminan sosial bagi peserta dan keluarganya terus berkelanjutan.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan memberikan Program PEKA untuk memastikan manfaat jaminan sosial bagi peserta dan keluarganya terus berkelanjutan.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Manfaat (PEKA).

Program ini dirancang memberikan perlindungan tidak hanya bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, tapi juga menyentuh ahli waris yang telah menerima manfaat/santunan.

Program PEKA melatih ahli waris memiliki kemandirian finansial dengan pendampingan usaha produktif. Langkah ini mempertegas peran BPJS Ketenagakerjaan sebagai institusi yang memberikan dampak melampaui sekadar pemberian santunan jaminan sosial.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan Program PEKA merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat jaminan sosial terus memberikan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya.

“Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima,” ujar Saiful.

Saiful mengatakan, melalui Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan layanan kepada peserta tidak berhenti pada saat manfaat dibayarkan. Karena itu, Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P : Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga manfaat jaminan sosial mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

Ia menambahkan, meski secara aturan kewajiban BPJS Ketenagakerjaan hanya membayarkan manfaat, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta dan keluarganya dapat terus meningkatkan kesejahteraannya.

“Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” ujar Saiful.

Hingga saat ini, Program PEKA telah diikuti lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah di Indonesia. BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar manfaat program tersebut dapat dirasakan oleh semakin banyak pekerja dan keluarganya.

Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa keberhasilan Program PEKA tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan, melainkan dari semakin banyak peserta yang mampu membangun kembali kemandirian ekonominya setelah mengikuti program.

“Program ini bukan sekadar pelatihan. Setelah pelatihan kami akan melakukan tracking dan pendampingan, dengan target minimal 10 persen peserta mampu menjadi pelaku usaha yang produktif. Selanjutnya akan kami dukung melalui kolaborasi dengan ekosistem perbankan agar usahanya terus berkembang. Harapan kami, manfaat yang diterima para penerima manfaat benar-benar menjadi produktif dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” pungkas Saiful.

Di kesempatan terpisah Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Magelang Verry K. Boekan mengatakan bahwa pelaksanaan Program PEKA di Magelang merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga peserta. Program PEKA merupakan bentuk keberlanjutan layanan BPJS Ketenagakerjaan kepada para ahli waris.

“Kami ingin memastikan bahwa santunan yang diterima tidak hanya menjadi penopang kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Pihaknya berharap, para penerima manfaat tidak berhenti hanya pada saat menerima manfaat. Mereka dapat terus meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusahanya, serta menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. (put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
PEKA BPJS Ketenagakerjaan ahli waris kemandirian ekonomi Kota Magelang