RADARMAGELANG.ID—Kerawanan utama seperti tawuran antarpemuda, balapan liar, dan miras menjadi perhatian Polres Magelang Kota. Pasalnya, pelaku kerap datang dari luar kota untuk menantang pemuda setempat.
“Mereka sistemnya hide and run. Datang sebentar, rekam video untuk diviralkan, lalu kabur. Efeknya membuat masyarakat menganggap Magelang tidak aman. Tapi tetap kami atensi. Kalau bawa sajam akan kita proses,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi usai sertijab dua kapolsek, Senin (24/8/2026).
Dikatakan, patroli malam Minggu hingga dini hari terus digencarkan. Meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang mencapai sekitar 3.000 orang per tahun pastinya juga dapat memunculkan potensi kerawanan. Namun, sekarang bagaimana proses mitigasi itu dilakukan.
Ia meminta kampus dan pemilik kos ikut mengingatkan agar mahasiswa fokus kuliah dan tidak terpengaruh pergaulan negatif.
“Potensi selalu ada, tinggal bagaimana kita mitigasi. Mahasiswa tujuannya pendidikan, agar selesai dengan baik dan membanggakan keluarga. Alhamdulillah hingga saat ini belum ada laporan gesekan antarmahasiswa dengan warga setempat, dan semoga tidak ada seterusnya,” harapnya
Sementara itu, dua kapolsek dirotasi sebagai bentuk penyegaran organisasi dan tour of duty. AKP Tri Iwan Kusumo Wardono yang selama empat tahun menjabat Kapolsek Magelang Tengah dimutasi menjadi Kasubbag Binops Bagops Polres Magelang Kota.
Ia digantikan AKP Prapta Susila yang sebelumnya Kapolsek Bandongan. Sedangkan Kapolsek Bandongan dijabat AKP Suwanto yang sebelumnya bertugas di Kasubbag Binops Bagops Polres Magelang Kota.
Selain itu, juga digelar pelantikan Iptu Cahyono sebagai Kasiwas Polres Magelang Kota (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto