RSUD Tidar Kota Magelang Kembangkan Rumah Sakit "Tanpa Dinding"

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:31 WIB
RSUD Tidar Kota Magelang menjadi rumah sakit terbesar di Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
RSUD Tidar Kota Magelang menjadi rumah sakit terbesar di Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MagelangPemkot Magelang melakukan transformasi pelayanan di bidang kesehatan.

Kini, pembangunan kesehatan tidak semata berorientasi pada penambahan fasilitas maupun pelayanan pengobatan, tetapi diarahkan pada pembangunan ekosistem kesehatan yang terintegrasi.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, pembangunan kesehatan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Pemerintah, menurutnya, perlu terus memastikan agar pelayanan kesehatan tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah dijangkau, cepat, manusiawi, dan mampu mengikuti dinamika kehidupan warga.

“Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, inklusif, dan berkualitas,” katanya, kemarin.

Perubahan orientasi ini diwujudkan melalui penguatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta layanan primer.

Sebab, tidak dipungkiri, penyakit tidak menular (PTM) menunjukkan tren kenaikan kasus. Karenanya, dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak untuk mengatasinya.

“Tentunya, persoalan kesehatan seperti stunting, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, sanitasi, dan perilaku hidup sehat juga ditempatkan sebagai agenda lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat,” tambahnya.



Damar menyebutkan, salah satu program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat adalah Program Puskesmas Pagi–Sore.

Jam layanan ini memberikan alternatif waktu bagi warga yang bekerja pada jam pelayanan reguler. Sementara Homecare Pusling mendekatkan pelayanan kepada lansia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan keterbatasan mobilitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Istikomah mengatakan, perubahan pola pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan layanan kesehatan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kesehatan hadir sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan juga perlu dibangun dalam sebuah sistem yang saling terhubung.

Rumah warga, puskesmas, layanan kegawatdaruratan, rumah sakit, hingga platform digital tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi bagian dari satu ekosistem pelayanan yang terintegrasi.



Konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding menjadi salah satu wujud pendekatan tersebut.

RSUD Tidar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat edukasi, telemedisin, pembinaan layanan primer, dan penguatan jejaring pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara konsep Rumah Sakit Pro Rakyat diarahkan untuk memperkuat layanan penyakit prioritas, seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
stroke jantung RSUD Tidar Kota Magelang Istikomah Wali Kota Magelang Damar Prasetyono