RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit akibat perubahan iklim ke musim kemarau.
Dari data Dinkes, tren penyakit yang meningkat saat ini adalah batuk-pilek hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Penyebab tingginya penyakit tersebut karena dipengaruhi kualitas udara yang menurun. Jarangnya hujan membuat debu dan partikel polusi yang lain mudah berterbangan dan terhirup hidung. Partikel berukuran mikro tersebut akhirnya mengiritasi saluran pernapasan sehingga bakteri maupun virus dengan mudah menginfeksi.
Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem dari dingin ke panas memaksa tubuh beradaptasi dengan cepat. Tak ayal, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rentan melemah.
Kepala Dinkes Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan, pihaknya telah membagikan informasi tren penyakit melalui kanal informasi yang dimiliki Dinkes agar masyarakat lebih berhati-hati. Pemberitahuan tersebut disajikan dalam buletin sistem kwaspadaan dini dan respon (SKDR) sebagai acuan langkah preventif untuk menjaga kesehatan.
“Buletin SKDR itu menampilkan tren penyakit yang sedang naik apa, yang sedang turun apa. Kita unggah di website kami,” kata Istikomah, pekan lalu.
Dia mencontohkan, dalam laporan Minggu ke-29 (periode 19-25 Juli), kasus ISPA meningkat dari 115 kasus menjadi 149 kasus. Pada periode tersebut, kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus yang tertinggi di antara kasus penyakit lainnya. “Tinggi, karena mendominasi,” terangnya.
Selain itu, ada kasus baru yang muncul, yakni suspek leptospirosis. Kasus tersebut telah menjadi penyelidikan epidemiologi oleh Puskesmas Magelang Selatan.
Di saat kasus ISPA melonjak, grafik kasus demam berdarah dengue (DBD) justru melandai. Penurunan ini karena minimnya genangan air yang biasanya menjadi sarang nyamuk. Meski begitu, masyarakat tidak boleh terlena dan menyepelekan penyakit tersebut. “Tetap jaga kebersihan, tutup tempat-tempat penampungan air di rumah,” pesannya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto