RADARMAGELANG.ID, Magelang – Di balik raungan sirine ambulans desa yang membelah jalanan, ada rasa yang begitu besar untuk menyelamatkan nyawa. Para pengemudi ambulans tidak hanya dituntut mahir mengendalikan kendaraan, namun juga terlatih menangani situasi gawat darurat di lapangan.
Guna memperkuat kapasitas dan keterampilan penanganan medis awal, tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Magelang, Poltekkes Kemenkes Semarang, menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS). Pelatihan BLS atau tindakan bantuan hidup dasar itu diberikan kepada 20 orang pengemudi ambulans desa di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jumat (14/8/2026).
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr Dwi Ari Murti Widigdo, MN, mengatakan, pelatihan ini diberikan mengingat pentingnya peran sopir ambulans desa sebagai pihak pertama yang berhadapan langsung dengan pasien kritis di lapangan. Mereka akan memberikan perawatan medis dasar, sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Dalam kegiatan ini, Dwi didampingi dua anggotanya, yakni Heru Supriyatno, MN., dan Bambang Sarwono, S.Kep., M.Kes. (Epid). Pelatihan ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Prodi Keperawatan Magelang-Program Sarjana Terapan dalam mendukung kelancaran acara.
Bekali Keterampilan Penyelamatan Jiwa
Selama kegiatan berlangsung, para pengemudi ambulans desa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Sebab, pelatihan ini dirancang secara komprehensif, menggabungkan pemaparan konsep dasar BLS, sesi praktikum berupa simulasi dan demonstrasi, hingga kesempatan bagi peserta untuk melakukan redemonstrasi secara langsung.
Untuk mengukur efektivitas penyerapan materi, panitia juga memberlakukan pre-test dan post-test bagi seluruh peserta.
Kesan positif dirasakan salah satu peserta, Suparyono. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan para pengemudi ambulans.
“Selama ini kami hanya fokus membawa pasien, tetapi sekarang kami merasa jauh lebih percaya diri dan paham langkah-langkah pertolongan pertama yang benar untuk menyelamatkan nyawa sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ungkapnya.
Camat Secang, Drs Sri Tanto, Msi, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, program tersebut memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi para pengemudi ambulans.
“Kegiatan ini dapat menambah ilmu dan wawasan para driver ambulans desa untuk memahami bagaimana melakukan pertolongan basic life support, sehingga mereka bisa berpartisipasi nyata dalam menyelamatkan jiwa orang yang membutuhkan,” imbuhnya.
Ia memandang penting pelatihan seperti ini. Bahkan pelatihan ini tercatat baru kali pertama diberikan kepada para pengemudi ambulans desa.
“Melalui kegiatan ini, para pengemudi tidak hanya menjalankan fungsi transportasinya saja, tetapi juga dibekali keahlian medis dasar untuk memberikan bantuan hidup bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pihaknya berharap, program pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan kepedulian masyarakat di bidang kesehatan. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto