RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Perkembangan Universitas Tidar (Untidar) di wilayah Sidotopo dan sekitarnya turut mendorong pertumbuhan hunian mahasiswa. Sejumlah bangunan kos baru bermunculan, bahkan beberapa di antaranya masih dalam tahap pembangunan.
Fenomena tersebut terlihat di beberapa kawasan pemukiman yang berada tidak jauh dari lingkungan kampus. Lahan yang sebelumnya ditanami pohon mahoni, jati, pisang, dan alpukat, mulai dialihfungsikan menjadi bangunan kos yang diperuntukkan bagi mahasiswa.
Mutiul Amin, pengawas pembangunan rumah kos di Dusun Pagiren, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang mengatakan, proyek rumah kos mulai dikerjakan Mei 2026 lalu. Bangunan tersebut direncanakan memiliki 26 kamar dengan luas bangunan 250 meter persegi.
“Dibangun dua lantai dengan 26 kamar. Progresnya sudah sekitar 40 persen. Perkiraan selesai satu tahunan, jumlah pekerjanya 17 orang dengan upah harian,” jelas Amin kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (19/8/2026).
Menurut Amin, keberadaan kawasan Untidar yang sedang berkembang ini menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang usaha kos bagi mahasiswa.
Selain pembangunan baru, sejumlah kos yang telah beroperasi di sekitar Sidotopo juga menawarkan berbagai fasilitas untuk menarik mahasiswa.
Fasilitas yang tersedia antara lain kamar mandi dalam, WIFI, mesin cuci, kulkas, dapur Bersama, dan dispenser. Tarif kos di kawasan Sidotopo saat ini berada di kisaran Rp700 ribu per bulan, bergantung pada fasilitas dan lokasi.
Meningkatnya pembangunan rumah kos berdampak pada meroketnya harga tanah di kawasan tersebut.
Dusun Pagiren menjadi salah satu wilayah yang mengalami peningkatan permintaan karena lokasinya yang relatif dekat dengan kampus.
“Soalnya di sini deket kampus, terus di tanah ini pemiliknya mau menjualnya ke saya. Soalnya di lokasi lain pemiliknya gak mau menjual, karena harganya belum cocok. Bukannya memilih lokasi di sini, tapi karena harga tanahnnya yang cocok waktu itu di sini, kalau di bahasa Jawa namanya pulungan,” katanya.
Selain membangun baru, warga setempat juga ada yang mengubah bangunan rumah lama menjadi kamar kos maupun warung. (mg3/mg10/aro)
Editor : H. Arif Riyanto