Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Water Toren Magelang Diselimuti Merah Putih untuk Pertama Kali

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 23:54 WIB
Landmark Kota Magelang berubah wajah. Water Toren berselimut merah putih. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Landmark Kota Magelang berubah wajah. Water Toren berselimut merah putih. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

 

RADARMAGELANG.ID, MagelangLandmark Kota Magelang berubah wajah.

Water Toren, bak penampung air peninggalan Belanda di sisi barat laut Alun-alun Kota Magelang, kini berselimut 16 lembar kain merah putih raksasa untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemasangan dilakukan sejak pertengahan Agustus dan akan bertahan hingga akhir bulan.

Setiap kain berukuran 10 meter x 3 meter dibentangkan di antara 32 tiang penyangga “kompor raksasa” yang sudah berdiri sejak 1916 itu.

“Ide pemasangan kain merah putih di water toren sebagai salah satu upaya menghadirkan suasana berbeda pada momentum perayaan kemerdekaan. Ini kali pertama dilakukan di Water Toren,” kata Asisten Sekda bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla. 

Menurut Yonas, gagasan muncul setelah wali kota meminta tampilan baru pada sejumlah ikon kota agar tidak monoton.

Dari beberapa alternatif desain yang diajukan pemkot, kain merah putih yang dipasang di sela-sela tiang penyangga akhirnya terpilih karena paling kuat memancarkan simbol kemerdekaan.

Proses pemasangannya tidak sederhana.

Lima pekerja dikerahkan.

Tiga orang turun dari bagian atas sambil membawa kain, dua orang lainnya mengait dan mengencangkan tali di sisi kanan dan kiri.

“Untuk memasang satu bendera harus dikerjakan dua orang, yakni untuk mengencangkan tali di klem sisi kanan dan kiri. Satu bendera ukuran 10 meter kali 3 meter memakan waktu sekitar 15-20 menit,” ujar tenaga pemasang, Aan Dwi Retna Adi Susila.

Water Toren PDAM Kota Magelang memang bukan sekadar bak air.

Sebagai salah satu ikon kota, bangunan ini setiap tahun menjadi latar foto warga saat 17-an. Tahun ini, balutan merah putih membuatnya tampak lebih gagah dari kejauhan, terutama saat sore menjelang malam.

Pemasangan ornamen besar di bangunan cagar budaya ini juga menjadi penanda: perayaan kemerdekaan tidak hanya dirayakan di jalan dan lapangan, tetapi juga “dinaikkan” ke titik-titik sejarah kota.

Hingga 31 Agustus, warga dan wisatawan yang melintas Alun-alun Magelang masih bisa melihat Water Toren berselimut sang saka.

Salah satu pengunjung, Rada Safitri,  warga Sawangan, Kabupaten Magelang mengaku tertarik melihat pemandangan tersebut.

"Kesannya seperti menghidupkan kembali semangat perjuangan," ujar Rada Safitri

Pengunjung lain, Amelia, asal Candimulyo, Kabupaten Magelang juga turut menyampaikan kesan pertama melihat water toren yang tampil berbeda.

“Menarik sekali, water torennya tampak lebih istimewa karena dihiasi bendera merah putih yang mengelilingi water toren itu” katanya.

Ia menambahkan, pemasangan bendera pada water toren tahun ini membuat suasana kemerdekaan terasa jauh lebih meriah dibandingkan tahun-tahun seebelumnya.

Bangunan yang biasanya berdiri dengan warna khas hitam putih  berubah menjadi ikon kemeriahan HUT RI yang menarik minat warga dari berbagai kalangan.

Selain bendera merah putih raksasa yang membalut menara, area sekitar water toren juga dihiasi rangkaian umbul-umbul dan ornamen merah putih yang dipasangi mengelilingi pagar dan halaman bangunan.

Tidak sedikit warga yang mengabadikan lewat foto dan meluangkan waktu sejenak untuk menikmati suasana di kawasan tersebut. (rfk/mg1/mg5/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
merah putih Landmark water toren Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Kota Magelang