Lebih dari Sekadar Kain, di Balik Bendera Merah Putih Ada Perjuangan Pahlawan

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:19 WIB
Pengukuhan anggota Paskibraka tahun 2027, di Pendopo Pengabdian Wali Kota Magelang, kemarin (15/8/2026). (Istimewa)
Pengukuhan anggota Paskibraka tahun 2027, di Pendopo Pengabdian Wali Kota Magelang, kemarin (15/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Hari ini (17/8/2026) di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Magelang tampil.

Sebelum mereka bertugas, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan wejangan.

Orang nomor satu di Kota Getuk itu meminta anggota Paskibraka tidak memandang pengibaran bendera untuk sekadar melaksanakan tugas dalam seremoni upacara tujuhbelasan.

Menurutnya, Sang Merah Putih lebih dari sekadar kain, ia membawa sejarah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus dipahami oleh generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Dikukuhkan, 48 Paskibraka Wonosobo Siap Bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia

“Ketika berdiri dalam barisan, ketika Sang Merah Putih mulai dikibarkan, saya ingin mereka tidak hanya melihat sebuah bendera. Tapi, lihatlah perjuangan para pahlawan di baliknya, lihatlah pengorbanan generasi sebelum kita, dan lihatlah masa depan Indonesia yang menjadi tanggung jawab generasi penerus,” kata Damar, Sabtu (15/8/2026).

Ia menaruh harapan besar, anggota Paskibraka menjadi teladan bagi generasi seusia mereka.

Sebab untuk menjadi bagian dari tim pengibar bendera pusaka itu, mereka harus melewati proses seleksi yang ketat dan masa latihan yang panjang.

Sebanyak 68 pelajar dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Magelang telah gigih berlatih sejak 20 Juli.  Mereka terdiri atas 39 putra dan 29 putri.

“Mereka adalah generasi yang memiliki kesempatan luar biasa, tapi kesempatan yang besar juga membawa tanggung jawab yang besar,” terangnya.

Ia juga mengingatkan, menjadi anggota Paskibraka merupakan amanah yang menuntut integritas dan kedisiplinan, bukan hanya saat menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.

“Karena itu, saya ingin mereka menjadi Paskibraka yang tidak hanya disiplin di lapangan, tetapi juga berkarakter dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang Agus Satiyo Haryadi mengatakan, pembentukan Paskibraka tidak semata-mata untuk menyiapkan petugas upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Program tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari pengaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

“Paskibraka bertujuan mendidik dan membentuk karakter, menumbuhkan cinta tanah air, menjaga tradisi upacara bendera, serta meningkatkan keterampilan dan kepemimpinan. Mereka dipersiapkan untuk menjadi generasi masa depan yang nasionalis dan berjiwa Pancasila,” kata Agus. (put/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
upacara HUT ke-81 RI lapangan rindam paskibraka Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bendera merah putih