RADARMAGELANG.ID, Magelang—Hingga pekan kedua bulan Agustus ini, tercatat dua kasus kebakaran terjadi di Kota Magelang.
Kebakaran terakhir terjadi di lahan kosong di Kampung Tidar Dudan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, tepatnya di belakang Grand Ruko Viko Jalan Soekarno Hatta, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB lalu.
Kasus lainnya kebanyakan non-kebakaran.
Komandan regu Damkar Kota Magelang Feri Yulianto menjelaskan, faktor utama terjadinya kebakaran di permukiman atau rumah yang sering terjadi selama ini akibat korsleting listrik dan kebocoran gas.
Namun di musim kemarau ini kebanyakan kebakaran lahan dan sampah.
“Musim kemarau ini malah kebanyakan kebakaran lahan dan sampah. Kalau rumah warga jarang terjadinya kebakaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Karena itu, warga dihimbau agar bisa menanggulangi terjadinya kebakaran, seperti mematikan listrik dan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah dibagikan setiap RT jika Damkar belum datang.
“Pengelolaan APAR ini setahun sekali akan diisi ulang dari pihak Damkar, jadi akan selalu aman terkait persediaan APAR,” ujarnya.
Selain itu, tambah dia, setiap adanya kejadian kebakaran, warga diharapkan untuk segera melaporkan ke Damkar.
Karena Damkar pasti akan sigap dan responsif ke TKP.
Kecepatan warga melapor ke Damkar juga sangat membantu untuk mengurangi risiko yang terjadi, seperti adanya korban jiwa, lahan yang hangus yang luas, atau kerusakan-kerusakan lainnya.
Seperti saat kebakaran di lahan di belakang Grand Ruko Viko Jalan Soekarno Hatta lalu.
Kebakaran itu mengakibatkan lahan seluas 300 meter persegi dilalap si jago merah.
Api cepat berkobar ditambah hembusan angin kencang.
Namun berkat kecepatan warga melapor ke Damkar, kebakaran bisa segera tertangani.
Sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
“Pemukiman setempat, ruko, dan bangunan PDAM di sekitar TKP juga terselamatkan,” ujarnya. Ia berterima kasih atas sinergi tanggap darurat dari TNI/Polri, Satpol PP, Satlinmas, BPBD, dan pihak kelurahan setempat.
“Kami mohon warga tidak membakar lahan atau sampah sembarangan. Cuaca kering dan angin kencang sangat rawan memicu kebakaran besar,” pesannya. (mg8/mg4/aro)
Editor : H. Arif Riyanto