RADARMAGELANG.ID, Magelang– Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Magelang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat karena harga telur lebih terjangkau.
Namun, di sisi para peternak hal itu menjadi kabar yang kurang baik.
Di Pasar Rejowinangun, harga telur ayam berkisar Rp21.500 – Rp22.000 per kilogram.
Anifah, salah satu pedagang telur di Pasar Rejowinangun mengatakan, sebelumnya harga telur ayam mencapai Rp24.000 per kilogram.
“Harganya mulai ada penurunan, pas masuk sekolah jadi murah lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurut Anifah, adanya penurunan harga menjadi kabar baik bagi para pedagang telur, tetapi tidak dengan para peternak ayam petelur.
Anifah justru merasa kasihan terhadap para peternak.
“Pengecer ya malah untung, larang murah sek penting untung,” ucapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Gotong Royong.
Siti, pedagang telur di pasar tersebut mengatakan, harga telur eceran Rp 22.000 per kilogram sejak Senin (10/8) lalu.
Ia menyebut, sebelumnya harga telur Rp24.000 per kilogram.
Bahkan pada Desember tahun lalu mencapai Rp30.000 per kilogram.
Siti mengatakan, pasokan telur di toko sembakonya didatangkan dari peternak ayam petelor daerah Pakis, Kabupaten Magelang.
Dalam sehari, Siti mendapat kiriman telur ayam sebanyak 20 peti.
Tiap satu peti dihargai Rp202.000 yang kemudian dijual seharga Rp207.000.
Praktis, setiap peti, Siti hanya mendapat untung Rp5.000.
Menurut Siti, adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terlalu memengaruhi keuntungan penjualan, baik saat harga turun maupun naik.
Harga jual yang turun, justru mengakibatan peningkatan daya beli masyarakat.
“Saya sih ya senang, banyak yang beli. Pedagang senang, tapi peternak yang nangis.” ungkap Siti. (mg9/mg10/aro)
Editor : H. Arif Riyanto