Kerajinan Tekstil Ramah Lingkungan Jadi Tren Pasar Global

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Dekranasda Kota Magelang dan Dekranasda Kota Tanjungbalai mengenal lebih dekat proses ecoprint di usaha Among Godhong Pring. 
Dekranasda Kota Magelang dan Dekranasda Kota Tanjungbalai mengenal lebih dekat proses ecoprint di usaha Among Godhong Pring. 

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang menerima kunjungan studi komparasi dari Dekranasda Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Pertemuan hangat ini menjadi momentum strategis bagi keduanya untuk membedah potensi besar di balik industri Tekstil ramah lingkungan yang kini menjadi tren pasar global. 

Dalam kesempatan tersebut, kedua daerah melakukan transfer pengetahuan teknis pemrosesan dan pengolahan kain ecoprint bertaraf ekspor.

Ketua Dekranasda Kota Magelang Nanik Yunianti Damar mengatakan, studi komparasi ini membuka peluang pengembangan seni kriya yang berkelanjutan, berbasis masyarakat. “Kami saling berbagi praktik baik, saling belajar, bukan hanya soal Dekranasda tapi hal lain juga, seperti pelatihan peningkatan kapasitas anggota Dekranasda,” terangnya.

Nanik pun memboyong rombongan Dekranasda Kota Tanjungbalai yang diketuai oleh Mashandayani Mahyaruddin mengunjungi ke usaha ecoprint Among Godhong Pring di Kelurahan Jurangombo.

Di sini, Retno Setyaningsih selaku pemilik usaha menjelaskan, keunikan ecoprint terletak pada proses pembuatannya. Perajin tidak sekadar menguasai teknik pembuatan, tapi juga dituntut memiliki selera seni agar tatanan daun mampu menghasilkan motif cantik, juga menawan.

Retno menjelaskan, ecoprint tidak menggunakan pewarna buatan. Sepenuhnya menggunakan pewarnaan alami yang dieksplorasi dari bunga-bunga dan dedaunan yang mudah didapatkan di daerah asal usaha.

Ketua Dekranasda Kota Tanjungbalai Mashandayani Mahyaruddin mengungkapkan, pembedahan inovasi ecoprint Kota Magelang menjadi agenda utama karena kawasan ini dinilai sukses mengintegrasikan kelestarian lingkungan dengan nilai ekonomi yang bernilai jual tinggi.
Pihaknya bertekad membawa teknik dan strategi pengembangan ini untuk diterapkan pada potensi flora lokal Sumatera Utara. “Produknya cukup bagus, karena tujuan utama tadi memang ecoprint, kami sedang proses belajar. Di sini warna ecoprint-nya sudah bagus, tata letak daunnya juga sudah bagus. Dari segi ketahanan juga, ini yang kami ingin cari supaya baju ecoprint itu bertahan lama dan bagaimana cara perawatannya. Kami dapat ilmunya di sini, itu yang paling penting poinnya,” katanya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
sumatera utara kerajinan ecoprint dekranasda Kota Magelang