Empat mahasiswa Untidar Magelang akan menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Municipio Baucau, Timor Leste, selama 21 hari mulai 10 hingga 30 Agustus 2026. (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARMAGELANG.ID, Magelang – Universitas Tidar (Untidar) Magelang resmi melepas keberangkatan empat mahasiswa terpilih untuk melaksanakan program International Community Service on Humanitarian Project 2026.
Keempat mahasiswa tersebut akan menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Municipio Baucau, Timor Leste, selama 21 hari mulai 10 hingga 30 Agustus 2026.
Program yang diinisiasi oleh LPPM Untidar ini bertujuan untuk mendukung internasionalisasi Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 terkait pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus.
Lokasi pengabdian bertempat di Posto Administrativo Laga, Suco Soba, Aldeia Hei Wa, yang dipilih karena kedekatan geografis, historis, dan budaya dengan Indonesia.
Daftar Mahasiswa Untidar yang Berangkat KKN ke Timor Leste
Empat mahasiswa lintas fakultas yang terpilih menjadi duta bangsa dalam program ini adalah Keysa Neva Nabila (S1 Ilmu Komunikasi, Fisipol), Tzabita Zulfa Purnama (S1 Administrasi Negara, Fisipol), Ricky Astu Setiawan (S1 Ekonomi Pembangunan, FE) dan Anindya Septiara Pasha (S1 Teknik Mekatronika, FT)
Kepala LPPM Untidar Dr. Eny Boedi Orbawati berpesan agar para mahasiswa selalu menjaga etika, menghormati budaya lokal, dan menjaga kekompakan tim.
"Saudara berangkat sebagai duta universitas dan duta bangsa. Jadikan ini kesempatan belajar dan membangun persahabatan lintas negara," ujar Dr. Eny saat melepas mahasiswa.
Fokus Program Kerja Lintas Disiplin Ilmu
Selama di Timor Leste, mahasiswa Untidar akan berkolaborasi dengan peserta dari empat perguruan tinggi Indonesia lainnya (UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Jember, UMSJ, Universitas PGRI), serta mahasiswa dari Malaysia dan Universidade Dili.
Program pemberdayaan masyarakat yang disiapkan berbasis partisipatif dan disesuaikan dengan program studi (prodi) masing-masing Sektor Pertanian: Penerapan sistem Smart Irrigation for Sustainable Agriculture (SISA) berupa teknologi penyiraman otomatis.
Sektor Keuangan dan UMKM: Edukasi digital finance, pendampingan perizinan UMKM, serta pelatihan desain kemasan dan promosi produk unggulan.
Ketahanan Pangan: Program penguatan pangan lokal sesuai kebutuhan masyarakat Baucau.
Sebagai bentuk komitmen, pihak kampus melalui LPPM Untidar memberikan dukungan subsidi penuh (fully funded) yang mencakup biaya transportasi darat dan udara, akomodasi penginapan, hingga uang saku harian selama kegiatan berlangsung. (rfk/aro)