Wali Kota Magelang: Pencegahan Korupsi Sejati Harus Berakar dari Kesadaran Batiniah dan Paham Sejatining Urip

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:13 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat acara Sapa Warga yang digelar di Aula Kelurahan Rejowinangun Selatan, Senin (27/7/2026) (MUHAMMAD FAIRUZI AFIQ/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat acara Sapa Warga yang digelar di Aula Kelurahan Rejowinangun Selatan, Senin (27/7/2026) (MUHAMMAD FAIRUZI AFIQ/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MagelangPemerintah Kota Magelang terus melangkah nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel hingga ke tingkat kelurahan.

Penegakan integritas di tingkat kelurahan tidak cukup hanya bersandarkan pada tumpukan aturan formal atau ancaman sanksi hukum. 

Menurut Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, pencegahan korupsi yang sejati harus berakar dari kesadaran batiniah serta pemahaman mendalam atas esensi kehidupan.  

"Aturan apapun dibuat, hukuman seberat apapun dilaksanakan, kalau kita belum paham tentang sejatining urip, aturan itu masih bisa dilanggar. Masing-masing kita minimal harus berbuat manfaat untuk diri sendiri, jujur pada diri sendiri, dan peduli pada lingkungan tempat tinggal kita," tegas  Damar saat ajang roadshow interaktif Sapa Warga: Membangun Kelurahan Berintegritas di Aula Kelurahan Rejowinangun Selatan, Senin (27/7).

Dalam konteks pelayanan di kelurahan, wali kota menegaskan komitmennya untuk menghapus segala bentuk pungutan liar (pungli) dan gratifikasi yang merugikan warga.

Ia meminta seluruh aparatur kelurahan serta pengurus RT/RW untuk menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi dan pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan latar belakang warga.

"Kami ingin menciptakan Kota Magelang yang bersih dari segala bentuk pungutan tidak jelas. Kalau ada urusan di kelurahan atau pelayanan publik, semuanya harus transparan dan sesuai aturan. Jika ada yang kurang pas, mari kita saling mengingatkan secara terbuka tanpa harus saling menyalahkan," jelas Damar.

Sebagai wujud nyata integritas di tingkat akar rumput, wali kota juga mengingatkan pentingnya kejujuran administrasi, seperti penertiban Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar benar-benar tepat sasaran serta transparansi dalam pengelolaan anggaran pembangunan RT.

Di samping penekanan utama pada integritas pelayanan, ia juga sempat menyinggung beberapa isu strategis daerah lainnya—seperti akuntabilitas dana program Rodanya Rp50 juta per RT, pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum, hingga capaian prestasi pendidikan dan penanganan pengangguran perkotaan yang seluruhnya membutuhkan fondasi kejujuran bersama.

Lurah Rejowinangun Selatan Agung menyampaikan komitmen penuh jajarannya dalam mewujudkan wilayah yang bersih dan berintegritas.

Ia memastikan, setiap proses pelayanan publik di Kelurahan Rejowinangun Selatan terus dipantau agar berjalan sesuai ketentuan hukum dan bebas dari pungli.

"Kami terus berupaya memastikan seluruh pelayanan di Kelurahan Rejowinangun Selatan berjalan terbuka tanpa pungli. Sinergi bersama para ketua RT dan RW menjadi kunci utama agar setiap program pembangunan dan bantuan masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara akurat, transparan, dan adil," tutur Agung.

Pelaksanaan Sapa Warga di Rejowinangun Selatan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Magelang dalam mentransformasi pembinaan antikorupsi menjadi tindakan nyata di tingkat kelurahan.

Melalui penguatan nilai kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan antara pemerintah dan warga, Kota Magelang optimistis mampu menciptakan lingkungan kelurahan yang aman, bersih, dan berwibawa. (mg1/mg3/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
pencegahan korupsi transparan integritas rejowinangun Wali Kota Magelang Damar Prasetyono