RADARMAGELANG.ID, Magelang –Pemkot Magelang tengah menyiapkan RSUD Tidar sebagai destinasi hospital tourism atau wisata kesehatan.
Konsep ini memadukan layanan medis dengan sektor pariwisata guna menarik minat masyarakat dari luar daerah untuk berobat sekaligus berwisata di Kota Magelang.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjelaskan, program ini merupakan upaya menaikkan level pelayanan RSUD Tidar dari pelayanan biasa menuju pelayanan paripurna yang dipadukan dengan sektor wisata.
“Kita naik level lah, sebagai pelayanan yang biasa menuju ke pelayanan yang paripurna. Nah pelayanan paripurna ini kita padukan dengan yang namanya tourism,” kata Dama saat Sosialisasi Program Unggulan Hospital Tourism dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan kepada Dewan Pengawas dan Pegawai RSUD Tidar Kota Magelang sebagai Agen Pemasaran Rumah Sakit di Gedung Adipura Setda Kota Magelang, Senin (27/7/2026).
Ia menyebut, dari sisi infrastruktur dan tenaga medis, RSUD Tidar sudah tergolong lengkap.
Meski demikian, fasilitas pendukung kesehatan dan tenaga medis akan terus dikembangkan agar RSUD Tidar memiliki diferensiasi dibanding rumah sakit lain, sehingga masyarakat dari luar kota tertarik untuk memeriksakan atau mengobati kesehatannya di Magelang.
“Ini harus ada diferensiasi, harus ada pembeda dengan rumah sakit yang lain. Sehingga orang dari luar Kota Magelang bisa cek atau periksa kesehatan, bisa pengobatan di RSUD Tidar,” ujarnya.
Damar menambahkan, sejumlah layanan seperti pemasangan ring jantung hingga tindakan medis lain sudah bisa dilakukan sekaligus di RSUD Tidar.
Menurutnya, hal ini perlu terus dipromosikan kepada masyarakat luar daerah agar menjadi peluang yang pada akhirnya dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dikembalikan untuk pembangunan Kota Magelang.
Terkait konsep hospital tourism, Damar membedakan antara pendekatan wellness dan medical.
Menurutnya, wellness lebih menekankan pola hidup sehat sebagai langkah preventif, sedangkan pelayanan rumah sakit difokuskan pada penyembuhan sebagai alternatif terakhir.
“Wellness itu lebih pada pola hidup kita supaya sehat. Hospital itu pada penyembuhan. Jadi, rumah sakit sebagai last alternative untuk kesehatan,” jelasnya.
Ia menyebut, Pemkot Magelang telah memiliki program unggulan bernama Posyandu 6 SPS (Standar Pelayanan Minimal) yang di dalamnya mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan sektor lain sebagai fungsi preventif dan wellness bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso menyampaikan konsep hospital tourism RSUD Tidar terinspirasi dari Penang, Malaysia, yang dikenal sebagai tujuan wisata kesehatan bagi pasien dari Indonesia karena kelengkapan alat, kualitas dokter, dan pelayanan yang diikuti dengan aktivitas wisata.
“Kenapa Penang dikunjungi pasien-pasien dari Indonesia? Karena di sana alatnya baik, dokternya baik, pelayanannya baik, habis itu diajak wisata,” kata Sri Harso.
Ia menyebut RSUD Tidar yang berlokasi di tengah kota sudah memiliki peralatan dan tenaga dokter yang lengkap.
Kehadiran pasien dari luar daerah, lanjutnya, turut berdampak pada sektor lain seperti kuliner, karena keluarga pasien yang mengantar juga membutuhkan tempat makan dan akomodasi selama menunggu.
Salah satu layanan unggulan yang disiapkan RSUD Tidar adalah unit jantung yang telah dilengkapi cath lab, serta rencana pembukaan unit stroke pada tahun depan.
Dokter Sri Harso mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan direktur RSUD Tidar dan dokter spesialis saraf untuk menyiapkan unit tersebut sesuai standar.
Ia mengakui tantangan terbesar dalam layanan unit stroke adalah kecepatan penanganan pasien sejak gejala awal muncul, agar kondisi penyumbatan pembuluh darah tidak semakin memburuk.
Dalam hal ini, RSUD Tidar telah memiliki dokter spesialis saraf yang berpengalaman menangani kasus stroke, salah satunya dr Lutfi.
“SDM oke, alat oke, pelayanannya oke. Ada cath lab untuk neurologi, tempat sudah ada untuk unit stroke. Di rumah sakit lain itu belum ada,” ujar dr Sri Harso.
Ia menyebut dr Lutfi merupakan dokter spesialis saraf sekaligus ahli pembuluh darah otak yang mampu melakukan tindakan seperti pemasangan ring pada pembuluh darah otak, dan disebut sebagai satu-satunya dokter neurologi intervensi di wilayah tersebut.
Dokter Sri Harso menambahkan, sasaran pasar hospital tourism RSUD Tidar untuk saat ini masih difokuskan pada wilayah sekitar Kota Magelang, seperti Wonosobo.
Sementara wilayah Salatiga dan Purworejo disebut belum menjadi target, dan sejauh ini sebagian masyarakat masih memilih berobat ke Jogjakarta.
“Mungkin kalau sampai luar negeri belum, tapi minimal yang Wonosobo ke sini. Salatiga belum ada, Purworejo belum ada. Jogja saja masih ngambil,” pungkasnya. (mg5/aro)
Editor : H. Arif Riyanto