Jarang Diketahui Tugu Titik Nol Kilometer Kota Magelang, Ini Lokasinya  

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 22:56 WIB
Pal titik nol kilometer Kota Magelang yang jarang diketahui warga. (LAZUARDI RAFI ALIF ADANI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pal titik nol kilometer Kota Magelang yang jarang diketahui warga. (LAZUARDI RAFI ALIF ADANI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MagelangSelama ini, banyak orang yang melintas di kawasan Alun-alun Kota Magelang mengira tugu besar berwarna putih-kuning yang menjulang tinggi di sana adalah titik 0 kilometer Kota Magelang.

Bentuknya yang mencolok dan menyerupai lampu teplok memang mudah menarik perhatian siapa saja yang lewat.

Namun, titik 0 kilometer Kota Magelang, ternyata bukan yang selama ini dikira warga.

Menurut Sun, pengemudi ojek yang beroperasi di area tersebut selama empat dekade,Tugu Aniem, tugu besar yang selama ini dikenal banyak orang sebenarnya bukan penanda titik nol kilometer.

Titik nol yang sesungguhnya justru berupa sebuah pal kecil setinggi kurang lebih satu meter yang berdiri di samping tenggara tugu besar tersebut.

“Titik nol kilometer Kota Magelang sebenarnya yang patok kecil itu, Mas, bukan yang besar. Kalau yang besar itu tugu listrik,” ujar Sun menjelaskan perbedaan titik nol kilometer Magelang dan Tugu Aniem yang merupakan tugu dari perusahaan listrik Hindia Belanda.

Patok kecil ini mudah luput dari perhatian karena ukurannya yang jauh lebih kecil dibanding Tugu Aniem di sebelahnya.

Pal tersebut berwarna kuning-hitam dan pada bagian permukaannya tertulis beberapa kode, MGL 0, SPR 37, dan SMG 75.

Masing-masing kode tersebut menjadi acuan jarak dalam kilometer menuju daerah tertentu.

Keberadaan pal ini bukan sekadar penanda biasa, melainkan patokan resmi yang dulunya digunakan untuk mengukur jarak dari Kota Magelang menuju kota-kota lain, misalnya jarak Magelang menuju Jogjakarta.

Penghitungan jarak antarkota pada masa itu diukur dengan patok ini.

Selain itu, patok ini juga berfungsi untuk menjadi rujukan acuan dalam operasional pos dan logistik.

Tidak mengherankan jika patok atau pal ini berada tepat tepat di depan Kantor Pos.

Sun menambahkan, terkait pelestarian pal nol kilometer Kota Magelang, sejak dulu, tidak dilakukan pengubahan atau renovasi dari bentuk asli pal titik nol kilometer ini.

Namun, pemeliharaan berkala seperti pengecatan ulang terus dilakukan untuk mempertahankan wujud aslinya.

Mengenai kekeliruan yang kerap kali terjadi antara titik nol kilometer ini rupanya sudah lama terjadi di tengah masyarakat.

Banyak yang menganggap Tugu Aniem yang lebih mencolok sebagai patokan titik nol, padahal fungsi keduanya berbeda.

Tugu Aniem sejatinya merupakan penanda listrik di era kolonial, sementara penanda jarak nol kilometer tetap berada pada pal kecil yang letaknya berada tepat di sebelah tenggara Tugu Aniem.

Beberapa warga Magelang yang ditanya mengenai keberadaan pal nol kilometer Kota Magelang, mereka mengaku tidak tahu keberadaan tugu atau pal tersebut.

Salah satunya Diana, yang sehari-hari melewati kawasan Alun-alun Kota Magelang.

“Jujur saya gak tahu Mas, setahu saya ya di depan kelenteng cuma ada satu tugu itu. Saya pikir tugu yang besar itu ya titik nolnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Sun berharap agar warga Magelang dapat lebih memahami penanda titik nol kilometer tersebut, sekaligus lebih menghargai keberadaan tugu titik nol kilometer Kota Magelang sebagai peninggalan sejarah yang penting pada masanya. (mg1/mg5/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
titik nol km Alun-Alun Kota Magelang Nol Kilometer kelenteng Kota Magelang