Tim Pengabdian Teknik Sipil Untidar : Sumur Resapan Selamatkan Kehidupan Masa Depan

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:27 WIB
Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) memberikan sosialisasi pemanfaatan sumur resapan, di Balai Kampung RW 1 Desa Kalinegoro, Kabupaten Magelang, Sabtu (13/6/2026).
Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) memberikan sosialisasi pemanfaatan sumur resapan, di Balai Kampung RW 1 Desa Kalinegoro, Kabupaten Magelang, Sabtu (13/6/2026).

RADARMAGELANG.ID, Magelang –  Menyongsong SDGs6, Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) memberikan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sumur resapan air hujan untuk warga Desa Kalinegoro. 
Acara edukatif ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berdampak positif  bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung RW 01 Desa Kalinegoro pada Sabtu (13/6/2026) itu dihadiri oleh sekitar 30 peserta. Mereka terdiri dari ketua RW, kepala dusun (Kadus), para ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Tim Pengabdian Ir. Dwi Sat Agus Yuwana. M.T., menyampaikan bahwa maksud pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Dharma Pengabdian Kepada Masyarakat. 

Anggota Tim, Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T., IPM ., selaku pemateri menyampaikan tentang fungsi dan cara  membuat sumur resapan. Sumur resapan berfungsi menjaga kelangsungan keberadaan air tanah di masa yang akan datang.

Proses pembuatan sumur resapan di Desa Kalinegoro oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untidar.
Proses pembuatan sumur resapan di Desa Kalinegoro oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untidar.
 

 

“Air hujan jangan hanya langsung masuk ke saluran drainase dan ke sungai, karena akhirnya hanya ke laut. Air hujan diharapkan bisa masuk ke dalam sumur resapan terlebih dahulu, agar meresap ke dalam tanah dan akhirnya menjadi air tanah,” jelasnya.

Setelah penyampaian materi acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi tersebut mendapat respons yang baik dari para peserta. Salah satunya, ada warga yang berpendapat bahwa membuat sumur resapan air hujan tidak kelihatan hasilnya, tapi butuh biaya.

Dari pandangan tersebut, tim pengabdian masyarakat meluruskan bahwa manfaat sumur resapan tidak langsung terlihat, namun sangat bermanfaat untuk mengurangi genangan air dan banjir, serta menjaga  ketersediaan air untuk menyelamatkan kehidupan di masa depan. 

Tidak berhenti di pertemuan ini, tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan lanjutan, yakni dengan materi praktik. Tim memberikan edukasi cara menggali sumur dengan kedalaman di atas tinggi muka air daerah setempat.

Setelah tahapan tersebut selesai, buis beton diameter 1,0 meter baru bisa dipasang. Bagian atas sumur diberi inlet untuk masuknya air dari talang, dan dipasang outlet agar air meluap di saat terisi penuh dan masuk ke saluran drainase.

Pada bagian atas ditutup dengan beton bertulang yang cukup kuat agar jika ada orang/kendaraan lewat tidak ambles dan  terperosok ke dalamnya. Selanjutnya, pada bagian dasar sumur diletakkan ijuk, sedikit pasir, serta kerikil agar air meresap ke dalam tanah. Sedangkan bagian inlet dilengkapi bak kontrol agar tanah dan pasir tidak ikut masuk kedalam sumur resapan.

Dalam kesempatan ini dibuat 2 lokasi sumur resapan di daerah RW 1 Desa Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang.

Hadir pula anggota tim pengabdian masyarakat, Ir. Lalu Samsul Aswadi, S.T., M.Eng, beserta mahasiswa Alifta NFA dan Maulida DNA.

Ketua RW setempat menyampaikan bahwa pembuatan sumur resapan menambah wawasan baru bagi warganya. Ia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. (put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Teknik Sipil Untidar sumur resapan Tri Dharma Pengabdian kepada masyarakat beton