Gasebo Hidupkan Kembali Geliat Seni Rupa Magelang

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:21 WIB
Gabungan Seniman Borobudur menggelar workshop melukis dan pameran bertajuk Rendezvous di IKM Center Kota Magelang. (MUHAMMAD BINTANG PAMUNGKAS/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Gabungan Seniman Borobudur menggelar workshop melukis dan pameran bertajuk Rendezvous di IKM Center Kota Magelang. (MUHAMMAD BINTANG PAMUNGKAS/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang Ruangan IKM Center Kota Magelang mendadak riuh oleh gesekan kuas di atas kanvas, Sabtu (18/7/2026).

Setelah mati suri lebih dari sepuluh tahun tanpa pameran kolektif, Gabungan Seniman Borobudur (Gasebo) akhirnya kembali "pulang" melalui sebuah ruang temu bertajuk Rendezvous.

Bukan sekadar ajang pamer karya, momentum melepas rindu ini dibuka dengan sebuah pemandangan hangat.

Sebanyak 25 pelukis senior duduk intim mendampingi 25 peserta awam satu per satu.

Ketua Pelaksana Rendezvous Yustinus Agus Darianto mengatakan, tema Rendezvous dipilih karena Gasebo sudah lebih dari sepuluh tahun tidak menggelar pameran secara kolektif.

Selama itu, kata dia, kegiatan pameran hanya dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil anggota Gasebo secara terpisah.

"Rendezvous itu artinya bertemu kembali atau janjian untuk bertemu. Karena Gasebo itu sudah sepuluh tahun tidak melakukan pameran besar. Saya kepingin mengumpulkan kembali teman-teman dalam dua kegiatan: workshop dan pameran," jelas Yustinus kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Dijelaskan Yustinus, pameran digelar selama dua pekan hingga 3 Agustus mendatang, menampilkan sekitar 55 karya.

Terdiri atas 40 karya hasil workshop on the spot dan 15 karya yang sudah dimiliki para seniman Gasebo sebelumnya.

Ia berharap rangkaian acara ini dapat membangkitkan kembali geliat dunia seni rupa di Kota Magelang yang selama beberapa tahun ke belakang dinilai sepi kegiatan. 

"Selama ini kan kelihatan sepi, nggak ramai. Kita menginisiasi ini supaya memicu teman-teman lain bikin acara serupa di dunia seni rupa,"harapnya.

Salah satu peserta workshop adalah Fiki Rahman, siswa SLB Negeri Kota Magelang.

Penyandang tuna rungu ini hadir didampingi gurunya, Budi Susilo, dan mendapat bimbingan langsung dari Yustinus selaku mentor.

Budi mengatakan, keikutsertaan Fiki dalam workshop ini merupakan bagian dari upaya sekolah mencarikan ruang pengembangan minat dan bakat bagi anak berkebutuhan khusus.

"Supaya setelah lulus bisa mandiri, bisa berkembang. Selagi masih sekolah harus dicarikan jalan untuk bisa bertahan di masyarakat dan mencari kerja sendiri, salah satunya melalui bidang seni," kata Budi.

Menurut Budi, dalam workshop tersebut Fiki diajari dasar-dasar melukis mulai dari mencampur warna hingga membuat gradasi, tanpa menghilangkan gaya lukisan khas yang sudah dimiliki Fiki.

"Mas Agus melihat gayanya Fiki seperti apa? Lalu memberi arahan dan masukan. Jadi, tidak dipaksakan harus sama seperti mentornya," ujarnya.

Budi mengapresiasi keterbukaan panitia yang membuka kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk siswa SLB. 

Workshop Rendezvous sendiri tidak memungut biaya untuk alat dan bahan. Budi berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin ke depannya. (mg1/mg5/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Seniman Borobudur melukis pelukis pameran IKM Center