RADARMAGELANG.ID, Magelang—Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kota Magelang terasa berbeda.
Bukan sekadar beradaptasi dengan lingkungan kelas dan para guru, siswa baru juga mendapat pembekalan dari BPBD Kota Magelang dalam menghadapi situasi darurat di sekolah. Ini seperti yang terlihat di MPLS SMP Negeri 4 Kota Magelang, Selasa (14/7/2026).
Kepala SMP Negeri 4 Kota Magelang Puryanti menilai pengenalan kebencanaan menjadi bekal penting bagi murid agar mampu mengenali risiko bencana.
Dengan keterampilan yang dimiliki setiap anak, mereka akan mampu mengambil tindakan tepat ketika terjadi bencana.
"Anak-anak jadi paham ke mana mereka harus pergi menuju titik kumpul dan jalur evakuasi yang telah disiapkan sekolah jika terjadi situasi darurat," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Puji Hartono mengungkapkan, pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan bagian upaya mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan didorong menerapkan konsep SPAB agar warga swkolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya siaga bencana.
"Apabila terjadi keadaan darurat, seluruh warga sekolah telah mengetahui langkah penyelamatan yang benar sehingga risiko korban dapat diminimalkan,"katanya.
Ia menambahkan, salah satu potensi bencana yang perlu menjadi perhatian di Kota Magelang adalah gempa bumi.
Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pengetahuan serta latihan mengenai prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa.
Melalui kolaborasi antara BPBD Kota Magelang dan sekolah-sekolah di Kota Magelang, diharapkan terbentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keselamatan, memahami risiko bencana di sekitarnya, serta mampu mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana.
Program edukasi ini dilaksanakan selama satu pekan dengan menyasar 12 sekolah di Kota Magelang.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD mengenalkan pengetahuan dasar kebencanaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Pada Selasa (14/7/2026), kegiatan sosialisasi dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMP Negeri 10 Kota Magelang, SMP Negeri 4 Kota Magelang, dan SMP Negeri 1 Kota Magelang.
Ratusan siswa baru tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD Kota Magelang.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto