RADARMAGELANG.ID, Magelang– SD Negeri Rejowinangun Utara 4 Kota Magelang menggelar hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, Senin (13/7/2026).
Meski jumlah siswa baru belum memenuhi kuota, seluruh 15 siswa kelas satu tercatat hadir lengkap pada hari pertama tersebut.
Kepala SDN Rejowinangun Utara 4 Stanislaus Febri Atmaka mengatakan, suasana hari pertama sekolah berlangsung penuh semangat, baik dari sisi siswa maupun orang tua yang mengantar.
Ia bahkan menyebut sejumlah orang tua sudah datang ke sekolah sebelum jadwal masuk yang ditentukan pukul 06.30.
“Untuk suasananya, kalau dilihat dari anak-anaknya, mereka bersemangat karena masuk ke kelas yang baru. Orang tua juga semangat sekali, bahkan tadi saya sampai sini sekitar jam 6 lebih, sudah ada orang tua yang datang duluan,” ujar Stanislaus.
Ia menjelaskan, sekolah turut melaksanakan kegiatan penyambutan siswa baru melalui gerakan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) pada pagi hari, yang disambut antusias oleh siswa baru.
Selain itu, sekolah juga memulai rangkaian program MPLS yang telah disiapkan sejak sebelum tahun ajaran dimulai, dan akan berlangsung selama satu pekan penuh dari Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026).
Stanislaus mengonfirmasi, hingga hari pertama masuk sekolah ini belum ada penambahan jumlah siswa baru dari angka 15 yang tercatat sebelum tahun ajaran dimulai.
Meski demikian, ia menyebut pihak sekolah tetap melakukan persiapan matang untuk pelaksanaan MPLS, termasuk menggelar pra-MPLS pada 8 Juli lalu bersama para orang tua siswa baru dan dewan guru untuk penyamaan persepsi program selama sepekan ke depan.
“Harapannya, program ini tidak hanya berjalan dari pihak sekolah, tapi orang tua juga terlibat. Kebetulan ada juga gerakan ‘ayah mengantar’, meskipun tidak semua bisa ikut,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh dewan guru turut ambil bagian dalam kegiatan salam pagi penyambutan siswa baru, berbeda dari jadwal salam pagi harian yang biasanya dilakukan secara bergiliran.
Stanislaus menyampaikan harapannya agar seluruh siswa baru merasa senang dan betah menjalani proses belajar di sekolah tersebut.
Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan atau bonding antara guru dan siswa selama masa MPLS, agar anak-anak tidak segan menyampaikan keluhan maupun kendala yang mereka alami di sekolah.
“Harapannya, datang ke sekolah itu bukan jadi beban buat mereka, tapi mereka senang datang ke sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid siswa baru, Candra, yang anaknya berasal dari TK Dwijorini 1, mengatakan, alasan utamanya memilih SDN Rejowinangun Utara 4 adalah faktor jarak dan keamanan.
Menurutnya, lokasi sekolah yang dekat dengan rumah dan jauh dari jalan raya menjadi pertimbangan utama mengingat usia anaknya yang masih kecil.
“Menurut saya yang paling aman itu yang paling dekat, jauh dari jalan raya, soalnya anak saya masih kecil,” kata Candra.
Ia mengaku sempat merasa was-was saat pertama kali mengantar anaknya bersekolah, mengingat sang anak belum pernah mengenyam pendidikan formal sebelumnya dan masih terlihat malu-malu.
Namun, ia menyebut anaknya menunjukkan respons positif dan terlihat senang menjalani hari pertama di sekolah barunya.
Ditanya soal kondisi jumlah siswa baru yang belum memenuhi kuota 28 siswa dan baru terisi 15 anak, Candra mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
“Kalau soal itu saya kurang tahu sih, tapi menurut saya ya biasa saja,” ujarnya.
Ia berharap SDN Rejowinangun Utara 4 dapat terus berkembang dan semakin maju ke depannya. (mg2/mg3/aro)
Editor : H. Arif Riyanto