Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sugeng Prayitno, Warga Tidar Sari Kota Magelang Perajin Wayang Kardus: Harga Wayang Kulit Tak Terjangkau, Beralih ke Kertas Duplex

Puput Puspitasari • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:17 WIB
Sugeng Prayitno menunjukkan wayang kardus buatannya. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Sugeng Prayitno menunjukkan wayang kardus buatannya. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang--Usia Sugeng Prayitno tak lagi muda, tapi semangat melestarikan kesenian wayang masih begitu membara.

Perajin wayang kardus ini menolak berhenti berkarya.

Ada satu alasan mulia. Ia ingin generasi bangsa  masih bisa melihat bentuk wayang di masa depan.

Sudah sejak 2010, Sugeng merintis bisnis ini. Jauh sebelum menggunakan media kardus, warga Kampung Tidar Sari, Kota Magelang ini mengawali perjalanannya menjadi perajin wayang kulit.  Kecintaan pada seni tradisional sudah muncul sejak usia 18 tahun, berawal dari rasa terpaksa. Sang ayah mengirim Sugeng ke Karangwaru, Jogjakarta.

 “Dulu saya itu bandel sekali. Oleh ayah, saya dikirim ke rumah pakde di Jogja untuk belajar wayang. Niatnya supaya nakalnya berhenti, hahaha,” kenangnya sambil tertawa ketika dijumpai Jawa Pos Radar Magelang di stand Magelang Fair 2026 di Alun-alun Kota Magelang, Rabu (8/7).

Sejak itu, Sugeng jatuh cinta mendalami pembuatan wayang kulit. Setelah tiga tahun belajar dan mahir, ia berani menjual karyanya. Namun sampai 2010, permintaan wayang kulit mengalami penurunan yang signifikan.

Ia menduga, karena harga wayang kulit yang cukup mahal. Tidak terjangkau untuk seluruh kalangan. “Wayang Arjuna pakai kardus hanya sekitar Rp55 ribu-Rp75 ribu. Tapi kalau kulit, harganya bisa sepuluh kali lipat menjadi Rp750 ribu,” tuturnya.

Hatinya memang sempat bergejolak. Ia ingin tetap menekuni wayang kulit, namun tidak bisa untuk bertahan hidup. Sugeng kemudian beralih menjadi perajin wayang kardus, agar karyanya mudah dipasarkan dan bisa dimiliki oleh banyak kalangan.

Perhitungan matang itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Sudah banyak wayang yang terjual. Jenis wayang yang dibuat semakin variatif, baik jenis dan ukurannya. “Saya jual yang kecil dari Rp50 ribu sampai Rp350 ribu untuk ukuran yang paling besar dan tergantung kerumitannya,” imbuhnya sambil menunjukkan wayang gunungan seharga Rp350 ribu.

Agar produknya awet, pemilik usaha kerajinan wayang kardus Wisnu Murti itu menggunakan kertas duplex atau sejenis kertas karton. “Meskipun menggunakan kertas duplex, wayangnya bisa lentur dan tidak mudah rusak,” terangnya.

Melalui perannya ini, Sugeng berharap kesenian wayang di Indonesia tidak akan punah. Melainkan tetap lestari di sepanjang zaman.  Selain menjadi perajin wayang kardus, Sugeng juga mengajar materi seni budaya dan keterampilan di beberapa lembaga pendidikan. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#magelang fair 2026 #wayang kardus #Menjaga Tradisi #wayang kulit #Kota Magelang