RADARMAGELANG.ID, Magelang—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang resmi mengenalkan layanan Si Landak (Sinergitas Layanan Administrasi Kependudukan sampai dengan Kelurahan) kepada publik, Selasa (7/7/2026).
Dengan layanan ini, masyarakat bisa mengurus segala kebutuhan administrasi kependudukan (adminduk) di kantor kelurahan.
Kepala Disdukcapil Kota Magelang RR Sri Mulatsih menjelaskan, inovasi layanan Si Landak dirancang untuk memangkas jalur birokrasi dan mendekatkan pelayanan langsung ke masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara Disdukcapil dengan kelurahan memungkinkan masyarakat mengurus adminduk lebih dekat, tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil maupun ke Mal Pelayanan Publik (MPP). Petugas kelurahan sudah dibekali untuk memberikan pelayanan ini dengan cara memasukkan data pemohon melalui aplikasi Ladusing (Layanan Administrasi Kependudukan dalam Sistem Jaringan). Setelah data permohonan masuk, petugas Disdukcapil akan langsung memproses.
“Inti dari pelayanan ini adalah untuk pengurusan layanan adminduk yang no ribet, no calo, nol rupiah, nol kilometer,” ujar Ucik—sapaan akrabnya di sela peluncuran Si Landak di Pendopo Pengabdian.
Pihaknya berkomitmen meningkatkan pembangunan sistem digital yang terintegrasi untuk menyederhanakan alur pelayanan adminduk. Dari pengintegrasian layanan akan didapatkan akurasi data yang bisa diketahui secara real-time. Serta jaminan keamanan data pribadi warga.
Sebelum Si Landak resmi diluncurkan, inovasi ini terlebih dulu diterapkan secara terbatas untuk pengajuan beberapa dokumen kependudukan. Layanan ini sukses memantik kesadaran masyarakat yang berada dalam ikatan pernikahan siri untuk mendaftarkan perkawinan mereka.
Setidaknya ada 2.902 pasangan yang menikah siri hingga Desember 2025. Dengan penerapan uji coba Si Landak dan jemput bola, jumlah itu berkurang 500 pasangan. “Sekarang tersisa 2.400 pasangan yang belum mencatatkan perkawinannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi layanan baru ini. Menurutnya, layanan Si Landak sudah mencerminkan marwah pelayanan yang sesungguhnya.
Ia mengibaratkan, pelayanan yang berkualitas adalah yang semakin mendekat kepada subjek yang dilayani. “Seperti di restoran atau rumah makan yang bagus, pelayanannya yang datang untuk menawarkan kepada pelanggannya,” tuturnya.
Dirinya juga berpesan agar inovasi yang lahir untuk memperkuat pelayanan publik harus berorientasi pada kebermanfaatan dan kemudahan. “Programnya harus bisa langsung dirasakan masyarakat, sederhana, mudah dipahami petugas dan mudah dipahami masyarakat,” tandasnya,
Sejauh ini, Damar menilai kinerja Disdukcapil sudah baik. Buktinya, capaian perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sudah melampaui target nasional, yakni 99,80 persen dari wajib KTP. Sementara itu, digitalisasi yang dilakukan Disdukcapil sudah menunjukkan bahwa pelayanan adminduk adaptif terhadap perkembangan zaman. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto