Sejumlah pedagang pakaian umum di Pasar Rejowinangun Kota Magelang bahkan telah menyetok seragam sekolah secara khusus untuk menyambut tahun ajaran baru.
Namun khusus penjualan seragam sekolah, tahun ini mengalami penurunan.
“Yang dicari hanya seragam SMA. Kalau seragam SD mayoritas sudah dapat subsidi dari pemerintah,” kata pemilik Toko Risky di Pasar Rejowinangun yang keberatan ditulis namanya.
Selain itu, penjualan di toko sudah kalah dengan online. “Saya nggak bisa online. Wong wis tua nggak bisa, mijet-mijet HP aja nggak mudeng," ujar perempuan berusia 60 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Berbeda dengan di toko tas Sari Rejeki. Di toko ini justru menambah stok barang dan merekrut karyawan baru untuk meningkatkan performa operasional toko. “Kami sedikan variasi tas sekolah yang disesuaikan dengan tren saat ini, misalnya tas-tas model Korea” ungkap pengelola toko Sari Rejeki, Reyner.
Pengunjung juga membludak di Toko Buku Jaya. Pada tahun ajaran baru ini, toko berfokus pada penyediaan alat tulis dan buku tulis. Lonjakan pembeli sudah terasa, terutama di akhir pekan. “Bulan Juni lalu, awalnya biasa saja. Tapi, mulai akhir Juni sampai sekarang, pengunjung terus meningkat,” ujar karyawati Toko Buku Jaya, Dinda
Peningkatan penjualan juga terasa di toko perlengkapan sekolah Scoutnesia. Karyawan Scoutnesia Huda mengungkapkan, penjualan seragam sekolah meningkat jelang masuk sekolah. “Kami sampai kewalahan menangani permintaan barang yang masif. Warga Temanggung, Salaman, sampai Purworejo banyak yang kesini untuk mencari seragam,” akunya. (mg4/mg6/aro)
Editor : H. Arif Riyanto