RADARMAGELANG.ID, Magelang—Sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten dan Kota Magelang sudah beroperasi. Selama 1,5 bulan lebih beroperasi, sejumlah kendala mulai dihadapi pengelola KDMP.
Seperti dialami Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Wates, Magelang Utara. Koperasi ini menyasar sekitar 60 KK penghuni rusunawa serta warga sekitar. Minyak goreng, beras, elpiji 3kg menjadi produk terlaris, karena harganya relatif lebih murah dibanding pasaran. Namun kendala sudah dirasakan oleh pengelola KKMP. Di antaranya, kelengkapan produk, stok barang terbatas, serta pengurus koperasi yang belum mendapat kejelasan mengenai posisi dan kewenangan mereka.
Penanggung Jawab KKMP Wates, Widi, mengatakan, produk yang dijual dipasok oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). KKMP ini dikelola enam karyawan. Sedangkan posisi manajer belum terisi. “Kami mengambil libur bergantian dari Senin hingga Sabtu, sementara pada Minggu seluruh karyawan wajib masuk,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Selain minimarket, KKMP Wates direncanakan memiliki layanan apotek dan simpan pinjam, Namun keduanya belum berjalan.
Widi mengungkapkan, omzet tertinggi tercatat pada 7 Juni dengan nilai transaksi Rp1,5 juta, berasal dari penjualan beras. Setelah itu, omzet merosot. Hingga saat ini, KKMP Wates menyediakan sekitar 180 item produk. Produk beras, minyak goreng, elpiji 3kg, dan galon air minum yang paling banyak dicari. “Tapi, kami terkendala keterbatasan stok. Bahkan, stok beras sudah habis sejak 7 Juni lalu hingga kini belum dikirim dari pusat,” keluhnya.
Ketua KKMP Wates Edi menyampaikan, hingga saat ini pengurus koperasi belum mendapat kejelasan mengenai posisi dan kewenangan mereka. Menurutnya, sesuai undang-undang, pengurus semestinya berperan mengelola koperasi, termasuk bidang usaha yang ditangani Agrinas. Namun komunikasi antara pengurus dan pihak terkait dinilai belum terjalin baik.
Saat ini, lanjut Edi, pengurus tidak diperkenankan menambah pasokan barang dari luar Agrinas. Kondisi ini, menurutnya, membuat sejumlah pembeli enggan kembali, karena stok barang di KKMP tidak lengkap. Ia menilai, agar mampu bersaing dengan minimarket modern, seperti Alfamart dan Indomaret, kelengkapan produk menjadi kunci yang perlu segera dibenahi. “Sebenarnya sejumlah pelaku usaha mikro sekitar sini sudah menawarkan diri untuk menitipkan barang dagangannya di koperasi. Tapi, kami belum bisa menerimanya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Zaenal Mustofa, mengaku tidak mengetahui secara detail proses pengelolaan KDMP di wilayahnya. Ia juga mengaku tidak mengetahui proses perekrutan enam karyawan di KDMP tersebut. Ia meminta hal itu dikonfirmasi langsung kepada pengurus BUMDes.
Ia justru menyoroti minimnya antusiasme warga terhadap keberadaan KDMP. Menurutnya, lokasi koperasi di sisi timur jalur cepat jalan provinsi Semarang-Magelang, sementara permukiman warga berada di sisi barat, membuat masyarakat jarang melintas ke lokasi tersebut. “Bisa dibilang seperti itu, letaknya jauh. Bangunannya bagus, tapi tempatnya jauh,” keluhnya.
Zaenal mengungkapkan, penentuan lokasi pembangunan KDMP Ngadirojo bermula dari koordinasi dengan Babinsa yang dilanjutkan survei oleh Kodim setempat. Pembangunan KDMP disebut menggunakan dana desa. Ia mengatakan, anggaran dana desa yang semula berkisar Rp1 miliar kini tersisa sekitar Rp350 juta, meski ia sendiri tidak memahami secara rinci.
Ia juga mengaku belum mengetahui apakah kendaraan operasional KDMP, mulai truk, mobil, hingga motor roda tiga sudah difungsikan atau belum. Zaenal justru menyayangkan minimnya keterlibatan desa dalam perencanaan awal.
Menurutnya, jika sejak awal desa mengetahui detail peruntukan KDMP, pembangunan akan diarahkan ke lokasi yang lebih strategis dan dekat dengan permukiman warga. “Seandainya kita tahu KDMP akan seperti ini, tidak mungkin akan saya pilih bangun di sana,” ujarnya. (mg5/mg2/mg6/aro)
Kendala Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih
- Barang kurang lengkap dan stok terbatas
- Kejelasan mengenai posisi dan kewenangan pengurus koperasi
- Pengurus koperasi tak diperkenankan menambah pasokan barang dari luar Agrinas
- Permodalan yang dinilai masih kurang
- Letak bangunan KDMP jauh dari permukiman warga
- Belum melayani pembayaran nontunai dan sebagian transaksi masih manual
- Minimnya keterlibatan desa dalam perencanaan awal
DIOLAH DARI BERITA
Editor : H. Arif Riyanto