Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dewan Sorot Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Perbaikan Pengelolaan Belum Signifikan

Puput Puspitasari • Jumat, 3 Juli 2026 | 23:19 WIB
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang Pemkot Magelang tengah merancang langkah strategis untuk memperkuat posisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui rencana penyertaan modal, Pemkot Magelang akan membantu BUMD mengoptimalkan performa mereka di tengah ketatnya persaingan pasar dan tantangan efisiensi.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, besar penyertaan modal itu akan dihitung secara matang. Ia tidak mau, amunisi yang digelontorkan untuk membantu finansial dan operasional BUMD justru berbalik membuat mereka bergantung.

“Bukan terus mereka minta berapa, kita setujui. Artinya, tetap ada skala prioritas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Damar tidak merinci secara pasti BUMD mana saja yang berpeluang mendapat suntikan modal, beserta besarannya. Yang jelas, Damar akan berhitung secara matang dan meminta persetujuan DPRD. Dirinya juga berharap, penyertaan modal itu akan meningkatkan pelayanan BUMD kepada masyarakat dan mendongkrak kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapannya bisa lebih sehat, lebih produktif, dan mendorong tumbuhnya PAD kita,” tandasnya.

Sejauh ini, Damar melihat kinerja BUMD masih butuh dukungan. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memberikan perhatian agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Senada dengan Damar, Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil juga melihat bahwa BUMD masih membutuhkan penyertaan modal untuk stimulasi agar lebih berkembang. Ia mencontohkan, PDAM memerlukan biaya yang besar untuk mengatasi kebocoran air dengan perbaikan pipa.

Namun demikian, Evin menilai, meski BUMD harus menyumbang PAD, hal utama yang mesti diperhatikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan. “Benar bahwa perusahaan itu harus berorientasi pada keuntungan, tapi menurut saya, orientasinya harus ke pelayanan dulu. Kalau pelayanannya sudah baik, profit akan mengikuti. Maka kita beresin dulu masalah yang mereka hadapi apa, supaya pelayanannya bisa meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, BUMD obJek wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) juga turut disorot. Pihaknya menilai, TKL belum menunjukkan arah perbaikan yang signifikan. Dengan luasan lahan tempat wisata yang mencapai 27,5 hektare, dibutuhkan dana yang besar pula untuk merawat, mengelola, hingga pengembangan wahana agar menarik wisatawan datang.

“(Pengelolaan) TKL ini butuh dana besar. Maka, kita kuatkan di tahun ini Rp 2,6 miliar untuk tambahan modal, untuk pembangunan amfiteater, dan segala macamnya,” tandasnya.

Selain memberikan dukungan nyata kepada BUMD, pihaknya berkomitmen mengawal ketat setiap rupiah yang dikucurkan, guna memastikan uang rakyat tidak menguap sia-sia di lapangan. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pendapatan asli daerah #Taman Kyai Langgeng #Evin Septa Haryanto Kamil #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono #bumd