RADARMAGELANG.ID, Magelang –Sebanyak 60 dari 936 calon mahasiswa baru yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Universitas Tidar (Untidar) Magelang mundur alias tidak melakukan registrasi.
Selain itu, sebanyak 347 dari 2.418 calon mahasiswa baru yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) juga mundur alias tidak daftar ulang. Sehingga total ada 407 calon mahasiswa baru Untidar memilih mundur.
“Pendaftar SNBT 17.212 orang, kita daya tampungnya 2.418. Yang daftar ulang 2.071. Yang tidak daftar ulang 347 atau sekitar 14,4 persen. Sedangkan jalur SNBP yang mundur 4,6 persen,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Suyitno kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Suyitno menambahkan, untuk mengisi kuota yang hangus dari dua jalur seleksi nasional tersebut, kini dialihkan untuk menambah daya tampung pada jalur Mandiri.
“Total ada 1.273 kursi kosong. Pendaftar jalur Mandiri ada 3.537,” bebernya.
Ia menjelaskan, jika di jalur Mandiri masih ada sisa kursi, pihaknya akan kembali membuka jalur one day service di pertengahan Juli ini.
“Sambil menunggu proses daftar ulang di jalur Mandiri. Kita berusaha untuk memenuhi kuota yang ada,” ujarnya.
Prof Yitno menyebut, ada beberapa hal yang biasanya menjadi alasan calon mahasiswa baru mundur.
Di antaranya, diterima di kampus kedinasan atau memilih perguruan tinggi lain.
Menurutnya, ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.
Sebab, biasanya calon mahasiswa baru sebelum mengikuti tes atau mendaftar, pastinya memiliki pilihan kampus atau jurusan yang diimpikan.
“Hal ini bukan sesuatu yang spesial atau membuat gempar bagi kami. Karena pastinya setiap calon mahasiswa baru itu memiliki cita-cita, apalagi setelah jalur SNBP dan SNBT masih ada jalur mandiri, sehingga mungkin mereka mencoba mendaftar di jalur mandiri dengan jurusan atau kampus yang diimpikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihak Untidar tidak akan mengambil langkah ekstrem seperti memberikan sanksi berupa daftar hitam (blacklist) terhadap sekolah asal para calon mahasiswa yang mengundurkan diri tersebut.
“Kami realistis saja. Kami belum jadi pilihan utama. Kalau serta merta blacklist, kami menutup peluang mereka yang memang minat kuliah di Untidar,” ucapnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto