Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kawasan Alun-alun Kota Magelang Potret Sila Persatuan Indonesia Berjalan 

Puput Puspitasari • Selasa, 30 Juni 2026 | 21:53 WIB
Pejabat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat melebur dalam satu kegiatan sosialisasi ideologi Pancasila, Senin (30/6/2026). 
Pejabat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat melebur dalam satu kegiatan sosialisasi ideologi Pancasila, Senin (30/6/2026). 

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Di tengah derasnya arus globalisasi, Ideologi Pancasila bukan sekadar warisan sejarah yang harus dijaga, melainkan sebagai kompas moral dan alat pemersatu bangsa.

Fondasi tersebut diyakini dapat menyelamatkan bangsa dari dinamika perubahan zaman. 

Direktur Sosialisasi dan Komunikasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Agus Moh Najib mengatakan, Pancasila merupakan alat pengikat satu bangsa. Karenanya, ideologi ini penting dimiliki setiap warga negara Indonesia.

“Bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua, sukunya sangat banyak, bahasanya berbeda-beda, agamanya berbeda-beda, tetapi bisa bersatu karena ada Pancasila,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila, di GOR Samapta Magelang, Selasa (30/6/2026).

Agus menambahkan, Pancasila juga menjadi titik temu dari semua perbedaan itu.

“Artinya kalau tidak ada Pancasila, Indonesia yang berbeda-beda dari berbagai pulau itu tidak akan bersatu. Akan terpisah, tercerai berai, bahkan bisa konflik satu sama lain,” imbuhnya. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla sepakat jika nilai-nilai Pancasila harus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus.

Sebab, makna yang terkandung dalam setiap butir Pancasila memiliki relevansi yang sangat luas. 

“Contohnya, ketuhanan mengajarkan penghormatan terhadap keyakinan dan martabat manusia. Kemanusiaan mengajarkan empati dan kepedulian. Persatuan menumbuhkan kebersamaan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Yonas melanjutkan, bunyi kerakyatan mengajarkan pentingnya musyawarah dan kebijaksanaan.

Sementara keadilan sosial mengingatkan bahwa kemajuan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Nilai-nilai inilah yang menjadikan Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” jelasnya.

Dalam acara ini, peserta yang terdiri dari Pejabat Forkopimda Kota Magelang, Kepala OPD di jajaran Pemerintah Kota Magelang, pelajar SMP dan SMA sederajat, takmir masjid, pondok pesantren, serta perwakilan umat dari seluruh agama di Kota Magelang telah melebur menjadi satu.

Mereka menyimak paparan dari tiga narasumber. Yaitu Analis Hukum Ahli Madya BPIP Andi Apriyanto, Rektor Universitas Tidar Prof Sugiyarto dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Magelang Agus Satiyo Hariyadi.

Setelah mendengar sosialisasi, salah satu peserta, Andik memiliki pemahaman baru tentang ideologi Pancasila.

Menurutnya, Pancasila bukanlah ideologi yang kaku atau dogmatis. 

“Pancasila itu seperti arah dan bisa menjadi filter moral ketika budaya luar masuk, kita tidak serta merta menelannya mentah-mentah,” ujarnya. 

Ia menyebut, Pancasila menjadi penjaga stabilisasi di tengah polarisasi.

Ia juga menyampaikan rasa bangga menjadi warga Kota Magelang.

Menurutnya, penduduk di Kota Magelang telah mengamalkan bunyi sila ketiga: persatuan Indonesia.

“Sila ini sudah dijalankan warga Kota Magelang sejak dulu. Kawasan alun-alun menjadi potret persatuan, kesatuan, dan kerukunan begitu lestari di kota ini. Di kawasan itu, berdiri rumah ibadah yang berbeda-beda, tapi umatnya saling toleransi,” imbuhnya. 

Ia berharap dengan penanaman ideologi Pancasila, warga masyarakat semakin kompak, terutama pada generasi muda.

Pasalnya, banyak anak muda yang terlibat tawuran. 

“Semoga anak-anak muda bisa belajar dari apa yang bisa kita lihat dari kawasan alun-alun. Bahwa sebetulnya kita ini rukun,” pungkasnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kemanusiaan #Alun-Alun Kota Magelang #bpip #GOR Samapta