Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Workshop SMP Mutual: Usung STEAM sebagai Pembelajarn yang Kreatif dan Adaptif

H. Arif Riyanto • Rabu, 24 Juni 2026 | 23:53 WIB
SMP Mutual menggelar workshop selama tiga hari di Hotel Griya Persada Jogjakarta.
SMP Mutual menggelar workshop selama tiga hari di Hotel Griya Persada Jogjakarta.

RADARMAGELANG.ID, Magelang-Dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang mengadakan workshop.

Kegiatan ini menjadi agenda rutinan saat mengahadapi tahun ajaran baru sebagai langkah evaluasi dan menyiapkan layanan yang lebih baik. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Griya Persada Jogjakarta, Senin-Rabu, (22-24/6/2026). 

Acara dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang selalu pemilik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Hadir Pula Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PNF PDM Kota Magelang selaku penyelenggara sekolah. 

Kepala SMP Mutual Kota Magelang Ahmad Haryanto menyampaikan, workshop tahun ini selain mengevaluasi dan merencanakan program satu tahun ke depan, para pendidik fokus dibekali tentang pengelolaan kelas melalui pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math). 

"Pengelolaan kelas merupakan bagian dari nyawa pendidikan. Pembelajaran yang tidak menarik, akan membawa pendidikan yang tidak ideal. Siswa hanya akan mendapatkan pola lama yang tidak membuka ruang inovasi dan eksplorasi. Padahal, pengalaman setiap siswa adalah harta yang mahal harganya. Melalui STEAM ini, diharapkan siswa akan menemukan pengalaman yang berharga dalam membawa dirinya menjadi generasi yang adaptif dan solutif," paparnya. 

Ia menambahkan, metode pembelajaran STEAM ini menjadi salah satu kunci penting dunia pendidikan menghadapi era digital.

STEAM mendorong pengembangan ilmu sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika semakin kreatif dan mampu memecahkan masalah (problem solving). 

"Ini menjadi komitmen SMP Mutual sebagai sekolah unggulan yang dipilih oleh masyarakat. Selain itu, kali ini juga kita maksimalkan untuk para pendidik dapat memanfaatkan teknologi AI sebagai supporting pembelajaran yang menarik dan menjadi alternatif kemudahan. Meskipun sebagian besar para pendidik juga tidak asing, namun mereka dibekali pemanfaatan tool AI secara lengkap," ulasnya. 

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Magelang Edy Sucahyo.

SMP Mutual, menurutnya, saat ini sudah berada di level sekolah unggul.

Namun, kompetitor yang terus berjalan membuat SMP Mutual tidak boleh lengah.

Harus ada inovasi yang akan menjadi pembeda sehingga mampu menggiring kepercayaan masyarakat. 

"Tidak boleh puas dengan posisi saat ini. Karena zona nyaman akan dikalahkan oleh mereka yang terus memberikan gebrakan," pesannya. 

Sementara itu, Sekretaris PDM Kota Magelang Salamun meminta kepada semua pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Mutual untuk terus merawat iklim kerja yang kooperatif dan komunikatif.

Jangan sampai ada masalah kecil yang dapat menyulut masalah besar, sehingga fokusnya bukan membesarkan lembaga, namun justru menjadi racun untuk merusak posisi SMP Mutual yang sudah berjalan dengan segudang prestasi dan kepercayaan. 

"Pilihan sekolah hanya ada dua kondisi. Berinovasi dengan konsekuensi atau puas dengan saat ini dan pelan akan mati. Karena kompetitor kita bukan sekadar berjalan, namun berlari," tegasnya saat membuka acara. 

Selain fokus materi STEAM, materi yang diberikan dalam workshop kali ini di antaranya panfaatan AI dalam inovasi pembelajaran, growth mindset dan psikologi pendidik.

Bagi para tenaga pendidik lebih fokus untuk penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga mekanisme kerja sudah tersistem. 

Di akhir pembukaan, Koordinator Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Magelang Yatino menegaskan, yang terpenting pasca workshop itu adalah perubahan mindset.

Langkah yang dilakukan oleh itu sudah bagus.

Namun, harus diikuti dengan aksi nyata. 

"Tantangan kemajuan itu soal mindset. Kalau masih ada guru yang mindset-nya tidak mau berubah, maka ini alarm bahaya. Pilihannya hanya satu, digerakkan untuk dibina atau cukup dihentikan saja", ucapnya di hadapan pendidik dan tenaga kependidikan SMP Mutual. (ima/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#workshop #SMP Mutual #pembelajaran #Solutif #Ahmad Haryanto