Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

BREAKING NEWS! Kejari Kota Magelang Bongkar Dugaan Korupsi Bank Magelang Senilai Rp4 Miliar, Kabag Marketing dan Debitur Ditahan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB
 Tersangka S, 45, warga Semarang yang menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Marketing BPR Bank Magelang, serta HI, 47, pihak swasta asal Jogjakarta saat digelandang petugas Kejari Kota Magelang untuk ditahan di lapas, Rabu (24/6/2026). (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS RADAR MAGELANG).
Tersangka S, 45, warga Semarang yang menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Marketing BPR Bank Magelang, serta HI, 47, pihak swasta asal Jogjakarta saat digelandang petugas Kejari Kota Magelang untuk ditahan di lapas, Rabu (24/6/2026). (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS RADAR MAGELANG).
 
RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang resmi menahan dua orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi fasilitas kredit perbankan di BPR Bank Magelang.
Kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut terkait kerugian negara yang mencapai Rp4 miliar 
Kedua orang yang ditahan tersebut adalah S, 45, warga Semarang yang menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Marketing BPR Bank Magelang, serta HI, 47, pihak swasta asal Jogjakarta yang bertindak sebagai debitur sekaligus pemohon kredit.
Kronologi Kasus Kredit Bermasalah Bank Magelang
Kasus korupsi ini bermula pada 13 Juni 2023, saat HI mengajukan kredit modal kerja melalui PT Niskala Bumi Cundramani (NBC) untuk mendanai proyek pembangunan perumahan di Desa Mudal, Temanggung.
Namun, hasil penyidikan Tim Pidsus Kejari Kota Magelang menemukan adanya pemufakatan jahat sejak proses pengajuan hingga pencairan dana sebesar Rp4 miliar tersebut.
Tersangka S diduga sengaja meloloskan fasilitas kredit meskipun mengetahui bahwa agunan atau dokumen legalitas aset yang dijaminkan belum memenuhi status clean and clear.
Modus Operandi Jaminan Belum Clean and Clear
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Magelang Muchamad Rosyidin menjelaskan, sebelum pencairan, komite kredit sebenarnya telah melakukan verifikasi lapangan dan penilaian jaminan.
"Namun, faktanya memang agunannya belum clean and clear. Jadi (aset jaminan) masih atas nama pihak yang lain," ujar Rosyidin.
Akibat manipulasi data jaminan ini, BPR Bank Magelang kini mengalami kesulitan besar untuk melakukan penyitaan ataupun pelelangan aset guna memulihkan kerugian saat kredit tersebut dinyatakan macet.
Total Saksi dan Potensi Kerugian Negara
Hingga saat ini, tim penyidik Kejari Kota Magelang telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi untuk melengkapi berkas perkara.
Kedua tersangka sendiri telah menjalani pemeriksaan intensif selama tujuh jam sebelum akhirnya digiring ke ruang tahanan.
Meskipun jumlah pasti kerugian negara masih dalam proses perhitungan resmi, Kejari Kota Magelang menyatakan potensi kerugian total akibat korupsi fasilitas kredit ini mencapai Rp4 miliar.
Pihak kejaksaan menegaskan proses hukum akan terus dikembangkan untuk mendalami keterlibatan oknum atau pihak lain dalam pusaran kasus ini. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#lapas magelang #Kejari Kota Magelang #korupsi #Bank Magelang #kredit macet