RADARMAGELANG.ID, Magelang- Pendaftaran dan pemilihan sekolah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk SMA/SMK/SLB negeri Provinsi Jawa Tengah resmi ditutup, Kamis (18/6/2026), pukul 15.00.
Begitu ditutup, para calon murid baru (CMB) sudah tidak bisa lagi mendaftar atau mengakses jurnal yang berada di sistem SPMB.
Menjelang penutupan diwarnai drama menegangkan bagi para orang tua maupun siswa.
Mereka harus memastikan namanya masuk dalam jurnal SPMB tersebut. Detik-detik menjelang penutupan, mendadak listrik padam.
Ini menimbulkan kepanikan. Karena tidak sedikit yang memantau jurnal melalui komputer, tidak lewat handphone (HP).
Ini dirasakan Retno, warga Secang Kabupaten Magelang yang sejak siang sudah memelototi komputer di kantornya di kawasan Potrobangsan Kota Magelang.
Ia memantau pergerakan nama anaknya di sekolah yang dituju.
“Sejak siang saya sudah stand by di depan komputer. Melihat pergerakan jurnal nama siswa yang diterima di sekolah. Nama anak saya masih aman di posisi tengah. Tapi semakin siang, posisinya semakin turun, tergeser dengan nilai yang lebih tinggi di jalur prestasi,”ujarnya.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima
Hal ini membuatnya deg-degan, khawatir bila semakin merosot, bahkan hilang dari jurnal. Maka harus segera pindah jalur pendaftaran yang lebih aman.
“Jam 3 kurang sedikit mendadak listrik mati. Wah bikin panik. Buka di HP eh sistem error,”tuturnya sembari tertawa kecut.
Kondisi ini dialami orang tua yang lain di wilayah Magelang. Mereka panik, karena komputer mati. Bahkan ketika mengakses melalui HP pun juga terjadi error.
“Tadi jam 3 kurang 3 menit buka HP mau screenshoot daftar nama anak saya buat memastikan namanya tidak hilang di jurnal, eh malah loading terus, muter-muter. Saya coba lagi, pas jam 3, sudah nggak bisa mengakses, sudah ditutup jurnalnya,”cerita salah satu orang tua warga Kota Magelang.
Cerita lain lagi dari ibu calon siswa yang nama anaknya di posisi terbawah jalur domisili.
Namun 5 menit sebelum penutupan nama anaknya sudah terpental hilang dari jurnal. Ia berharap anaknya masuk di cadangan sekolah yang ditujunya.
Sementara Syaifurrohman, warga Mertoyudan Kabupaten Magelang menelepon kawannya meminta tolong memotretkan daftar nama anaknya di jurnal. Ia mengaku HP-nya mendadak error pada detik-detik penutupan.
"Untuk memastikan nama anak saya masih terpampang jurnal, saya meminta teman yang masih bisa mengakses jurnal lewat komputer,"imbuhnya.
Mendaftarkan anaknya di sekolah negeri melalui SPMB online ini adalah pengalaman pertamanya. Maka, sejak awal ia konsentrasi terhadap ketentuan yang harus dilakukan agar anaknya masuk di sekolah impiannya.
Proses SPMB 2026 dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi pada 21 Juni 2026. Lalu daftar ulang di sekolah pada 22 sampai 26 Juni 2026. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo