Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jembatani Lulusan ke Luar Negeri, SMK Citra Medika Kota Magelang Gelar Festival Budaya Jepang dan Nusantara

Puput Puspitasari • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:52 WIB
Siswa SMK Citra Medika Kota Magelang saat acara Festival Budaya Jepang dan Nusantara, serta class meeting, Kamis (18/6/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Siswa SMK Citra Medika Kota Magelang saat acara Festival Budaya Jepang dan Nusantara, serta class meeting, Kamis (18/6/2026). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Halaman SMK Citra Medika Kota Magelang disulap bak Negeri Sakura, Kamis (18/6/2026).

Sudut-sudut sekolah tampak estetik berhias bunga sakura dan dimeriahkan deretan stan kuliner khas Jepang.

Atmosfer Tokyo terasa hidup berkat penampilan para siswa dan guru yang kompak mengenakan pakaian tradisional Jepang, seperti kimono dan yukata.

Antusiasme warga sekolah makin pecah ketika siswa dan guru secara bergantian memperagakan busana cosplay yang unik.

Mereka menjadi Itachi Uchiha (Naruto), Kotoyuki Tsuneki (Silent Hill f), Megumin (KonoSuba), Monkey D. Luffy (One Piece), Ninja Hatori, dan lainnya.

Waka Kurikulum Sri Nuryanto hari itu menggunakan nama panggung Kotoyuki Tsuneki.

Ia terlihat mengenakan pakaian kimono dipadukan dengan celana hakama, lengkap dengan topeng rubah. Ia mengaku sangat antusias meramaikan acara ini.

“Ini menjadi momen terseru bagi kami, karena biasanya guru hanya mengajar di kelas, tapi hari ini kami bisa bebas mengekspresikan diri bersama siswa,” ujarnya di sela acara festival budaya Jepang, Nusantara, dan  class meeting.

Kepala SMK Citra Medika Kota Magelang Veronica Rani menjelaskan, pemilihan tema budaya Jepang ini bukan tanpa alasan.

Sekolahnya memiliki rekam jejak yang kuat dalam menyalurkan para alumni ke luar negeri, seperti Australia, Tiongkok, Malaysia, dan destinasi paling dominan adalah di Jepang.  

Sejak sekolah ini berdiri, sudah 100-an lulusan terbang ke Jepang sebagai perawat lansia.

“Tahun ini, kami mengirimkan 26 anak ke sana. Acara ini menjadi cara kami memperkenalkan budaya Jepang, mulai dari bahasanya, pakaiannya, juga kulinernya, agar mereka mudah beradaptasi di sana,” ungkapnnya.

Menurut Vero, peluang bekerja menjadi perawat lansia di Jepang masih sangat terbuka.

Mereka membutuhkan tenaga kerja Indonesia sebanyak-banyaknya. Bahkan jumlahnya tidak dibatasi.

“Tidak ada batasan maksimal, dan permintaan dari Jepang itu terus mengalir,” ujarnya.

Guna mendukung kesiapan siswa, pihaknya memanfaatkan program bantuan keberkerjaan ke luar negeri melalui kemitraan resmi dengan skema sending organization (SO).

Tahun ini, pihaknya juga mendapatkan dana bantuan untuk persiapan keberangkatan ke Jepang bagi 10 anak.

Selain festival budaya Jepang, pihak sekolah juga menyuguhkan beberapa kesenian budaya Nusantara, mulai dari tari-tarian daerah hingga pertunjukan seni peran.

Pertunjukan ini menjadi implementasi program terapi seni untuk mengatasi kesehatan mental di kalangan remaja yang mengarah pada perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) atau menyakiti diri sendiri.

Melalui festival ini, pihaknya berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis dan kompetensi sebagai sumber daya kesehatan, namun juga siap secara mental, memiliki keinginan mempelajari budaya negara lain dan tetap mencintai budayanya sendiri. (put/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#CLASS MEETING #cosplay #SMK Citra Medika Kota Magelang #jepang #tokyo