Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pedagang Daging Sapi di Kota Magelang Siap Mogok Berjualan Tiga Hari, Protes Stok Daging Menipis dan Harga Melejit

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:15 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang Puluhan pedagang daging sapi di Kota Magelang akan menggelar aksi mogok berjualan selama tiga hari berturut-turut, mulai Kamis (18/6/2026),  hingga Sabtu (20/6/2026).

Langkah ini terpaksa diambil sebagai bentuk protes atas kelangkaan pasokan sapi dan lonjakan harga yang kian mencekik leher para pedagang.

Aksi mogok masal ini akan diikuti oleh pedagang yang tersebar di pusat-pusat pasar utama, termasuk Pasar Rejowinangun, Pasar Gotong Royong, hingga para pedagang yang beroperasi di rumah mereka masing-masing.

Perwakilan pedagang daging di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Magelang Fitria mengungkapkan, krisis ini sejatinya sudah mulai terasa sejak Hari Raya Idul Fitri lalu.

“Sebenarnya sebelum Idul Fitri, kita sudah kerepotan untuk pengadaan sapi. Mungkin efek dari tidak didatangkannya sapi impor, sehingga petani lokal kita belum mampu mencukupi kebutuhan sapi,” ucapnya.

Sehingga di momen Idul Fitri lalu, pihaknya masih bisa menaikkan harga daging sapi hingga Rp 150 ribu per kg.

Namun setelah itu, kembali diturunkan di kisaran Rp 140.000 sampai Rp 145.000 per kg.

“Kalau dipaksa jualan, kami rugi. Kalau menaikkan harga, pembeli jadi sepi,” keluhnya dengan nada pasrah.

Ia menjelaskan, saat ini harga karkas atau daging sapi setelah dipotong tanpa kepala, kaki, dan jeroan berkisar antara Rp 112 ribu hingga Rp 115 ribu per kg.

Sedangkan sebelum Lebaran lalu, harga berkisar Rp 98 ribu hingga Rp 102 ribu per kg.

Para pedagang mengaku terjepit karena daya beli masyarakat terbatas, sementara persaingan harga di pasar semakin ketat.

“Ketika harga sapi terus naik, kami yang berjualan (daging sapi) tidak bisa ikut menaikkan harga,” katanya.

Fitria mengakui, persaingan harga saat ini sudah tidak sehat.

Apalagi ada pasokan daging sapi yang berasal dari luar RPH. Sehingga ada pedagang yang berani menjual di bawah harga pasar.

Hal senada diungkapkan Detta Moerdhaniyanti, pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun.

Diakui, kondisi pedagang daging sapi saat ini memang mengkhawatirkan.

Di tengah harga daging sapi yang terus melejit, pihaknya tidak bisa bergerak leluasa untuk menaikkan harga ke konsumen.

Dia mengatakan, aksi mogok yang akan digelar selama tiga hari sebagai shock therapy agar pasar, termasuk konsumen menyadari bahwa harga daging sapi memang sedang tidak normal.

"Permintaan jelas turun. Apalagi sekarang masuk bulan Sura, biasanya memang sepi. Tapi tahun ini terasa lebih berat," akunya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menanggapi rencana aksi mogok pedagang daging sapi tersebut.

“Kita bisa sikapi dengan bijaksana. Tapi pemerintah intinya memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, tentunya ada win-win solution untuk semua, baik untuk pedagangnya, juga masyarakatnya,” ujarnya ditemui di Puri Asri Resort, Rabu (17/6/2026).

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dan bersinergi dengan pemasok daging dari luar kota agar tidak terjadi kelangkaan barang di Kota Magelang.

“Kemarin sudah dilaporkan kondusif,” akunya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang Eddy Sutrisno menyebut, rencana aksi mogok pedagang daging sapi semestinya menjadi alarm keras bagi pemerintah agar cepat mengambil langkah nyata.

“Sebetulnya, Apindo sudah menyarankan kepada pemerintah untuk operasi pasar, menstabilkan harga pasar karena dolar menguat yang membuat gejolak harga. Pakan mahal, pupuk mahal, semua jadi mahal," tuturnya.

Menyikapi situasi itu, pihaknya mendesak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang untuk bergerak cepat mengendalikan laju inflasi pangan agar dampaknya tidak merembet ke komoditas lainnya. (rfk/put/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#MOGOK BERJUALAN #daging sapi #gotong royong #rejowinangun #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono