RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang tengah mematangkan konsep acara Memerti Gunung Tidar yang dirangkaikan dengan momen peringatan hari wafatnya (haul) Syeh Subakir. Agenda tahunan itu akan diselenggarakan lebih meriah, tanpa menghilangkan nilai-nilai kesakralannya.
“Ini baru wacana, tapi sudah mengerucut,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Selasa (16/6/2026).
Nantinya, haul Syeh Subakir itu digadang menjadi acara yang ikonik, serta mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Sebab, akan dilaksanakan kirab tumpengan yang kemudian diarak naik ke puncak Gunung Tidar. “Setelah itu ada kembul bujono di atas sana,” terangnya.
Damar berharap acara Memerti Gunung Tidar bisa menjadi tradisi ikonik seperti upacara Yadnya Kasada (Kasodo) di Bromo—sebuah ritual tahunan Suku Tengger yang berjalan kaki membawa sesaji hasil bumi menuju kawah Gunung Bromo.
Sementara itu, haul Syeh Subakir merupakan acara untuk mengenang jasa ulama penyebar Islam di Tanah Jawa sebelum era Walisongo. Rangkaian acara ini dimulai dengan khataman Alquran, doa bersama, hingga pengajian akbar. Acara tersebut diperingati setiap tahun sejak 2018 pada bulan Safar. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto